Presiden & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan menjelaskan, puncak arus balik akan terjadi pada hari Minggu (10 Juli 2016). Sementara itu mengenai tingkat keterisian kursi (Seat Load Factor‐SLF) pada sejumlah rute penerbangan Citilink menuju ke Jakarta pada tanggal tersebut telah mencapai lebih dari 95%.
"Citilink menargetkan pelayanan yang sebaik mungkin. Pengalaman di arus mudik menunjukkan seperti penanganan antrean saat masuk bandara dan juga di boarding room, serta delay atau keterlambatan akan selalu kita benahi menjadi lebih baik lagi," kata Albert dalam keterangan tertulis, Minggu (10/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memantau kesiapan penerbangan dan seluruh aspek pendukung selama 24 jam nonstop, agar dapat memastikan semua kegiatan berjalan sesuai prosedur dan apabila terdapat masalah bisa segera ditangani sehingga tidak mengganggu kegiatan penerbangan dan pelayanan terhadap penumpang," ujarnya.
Selama periode peak season lebaran Citilink mengerahkan dua pesawat cadangan B‐737‐500 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Selain itu Citilink juga menyiapkan 16.800 seat tambahan melalui 112 extra flight dalam rangka libur Lebaran 2016. Maka Citilink akan terbang 252 kali dalam sehari atau naik sekitar 5% dibandingkan hari biasa sebanyak 228 penerbangan. (mkl/drk)











































