Mentan: Impor Daging Kerbau Tak Harus dari India

Mentan: Impor Daging Kerbau Tak Harus dari India

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 12 Jul 2016 11:17 WIB
Mentan: Impor Daging Kerbau Tak Harus dari India
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah terus mengupayakan harga daging sapi bisa ditekan lebih murah lagi. Salah satunya dengan menyediakan alternatif substitusi daging sapi, yakni daging kerbau impor asal India.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut, impor daging kerbau beku tak hanya dibuka dari satu negara saja, melainkan juga negara lain asalkan bisa menjamin daging kerbaunya bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Jangan hanya cerita India, kita buka ke semua negara, yang penting bebas PMK. Karena harus lindungi negara kita (dari PMK)," ucap Amran di kantor Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, daging kerbau juga melimpah di sejumlah negara selain India. Hal itu bisa menambah alternatif impor daging non sapi untuk stabilisasi harga.

"Semua diberi kesempatan. Spanyol, Meksiko, Brasil, Australia, semua (bisa)," tandas Amran.

Penetapan India sebagai negara asal daging kerbau tunggal saat ini, menurut Amran, lantaran negara tersebut telah melalui proses pemeriksaan yang panjang oleh Kementan, baik dari sisi kehalalan maupun jaminan bebas PMK.

"Itu kan sudah kami ubah dari country based ke zona based. Kita lihat kita sudah survei 3 kali ke sana," jelas Amran.

Sebagai informasi, kebijakan impor berbasis zonasi ini telah disahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 4 tahun 2016 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2016 lalu.

Peraturan Pemerintah ini memperbolehkan Indonesia mengimpor sapi atau kerbau dengan sistem zona based. Sistem zona based memperbolehkan impor sapi atau kerbau dari dari negara yang belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berbeda dengan country based yang hanya membuka impor dari negara-negara yang sudah terbebas dari PMK. Saat masih mengadopsi country based, Indonesia hanya mengimpor sapi dari dari negara bebas PMK seperti Australia dan Selandia Baru.

India sebagai negara yang akan mengekspor kerbau atau sapi ke Indonesia masih berstatus suspect PMK. Hal ini yang kemudian ditakutkan menyebarnya PMK lagi di Indonesia. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads