"Kita soal pangan, fokus padi, jagung, bawang, dan daging," ungkap Amran saat meninggalkan Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Pertemuan ini berlangsung cukup lama. Amran masuk ke ruangan kepresidenan sekitar pukul 12.00 WIB dan baru keluar pada pukul 13.30 WIB. Hanya Jokowi dan Amran yang berada di dalam ruangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kalau kita hitung stok 2 juta ton, cukup untuk 8 bulan ke depan. Artinya sampai Maret, saat panen puncak. Ini sudah nyambung kan," jelasnya.
Selanjutnya adalah bawang merah. Amran menyatakan, tidak ada impor bawang merah hingga sekarang. Fokus untuk sekarang adalah ekspor bawang merah ke luar negeri.
"Kan nggak ada impor sampai hari ini. Kemudian produksi ini akan meningkat ke depan, tahun lalu ekspor naik 100%. Kita usahakan tingkatkan ekspor dari tahun lalu," papar Amran.
Untuk komoditas jagung, fokus pemerintah adalah menurunkan impor. Sampai dengan sekarang impor sudah turun 47%, dan ditargetkan pada 2018 tidak ada lagi impor jagung.
"Jagung, impor telah turun 47% sampai dengan hari ini, sehingga menjadi fokus juga. Kita jaga kondisi ini sampai akhir tahun. Kalau itu terjadi mudah-mudahan kita sudah tidak impor paling lambat 2018. Kita impor itu 3,6 juta ton tahun lalu, sekarang sampai Juli 800.000 ton, tahun lalu (periode yang sama) 1,4 juta ton," jelasnya. (mkl/drk)











































