BKPM Minta Perbankan Tak Traumatik Beri Kredit
Rabu, 23 Mar 2005 15:51 WIB
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta Perbankan Indoensia tidak traumatik dalam memberikan kredit bahkan menggebrak dengan keberanian menurunkan suku bunga.Hal ini sampaikan Ketua BKPM Theo F Toemion kepada wartawan saat ditanya mengenai saran BKPM terhadap perbankan yang menghadapi kelebihan likuiditas, usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (23/3/2005). Theo menjelaskan, bahwa terkait pemberian kredit perbankan ini, mestinya BI memberi kebijakan yang sifatnya holistik dan tidak bersifat traumatik. "Wapres tetap menghormati independensi bank sentral. Tapi kalau negara rugi, apakah pejabat-pejabat BI itu yang membayar. Coba jangan bicara independensi lagi. Keluar dengan kebijakan-kebijakan yang holistik," tegasnya.Sementara itu, mengenai suku bunga perbankan, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengharapkan suku bunga tiap tahun bisa turun hingga satu digit. Seharusnya, menurut Wapres, suku bunga bisa dibawah 10 persen. Sedangkan saat ini suku bunga berkisar antara 11 sampai 13 persen. "Wapres katakan hal ini agar investasi lebih kompetitif. Dulu orang tidak percaya menanam rupiah untuk berinvestasi di Indonesia. Sekarang surat utang negara yangt 10 tahun sudah diburu," kata Theo menirukan ucapan Wapres.
(jon/)











































