Sehingga, jeroan dijual dengan harga murah.
"Jeroan kan intinya daging impor yang tidak dimakan di negara asalnya, barang buangan sehingga harganya murah," kata Joni kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (13/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jeroan di Australia nggak gratis, tapi murah. Orang sana kan nggak makan jeroan, tapi yang makan orang Asia yang di sana. Yang makan jeroan hanya orang Asia yang di Australia, kan di sana banyak orang Asia," terang Joni.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, akan menerbitkan aturan baru untuk mengganti regulasi lawas yang melarang pemasukan jeroan ke dalam negeri. Aturan lama tersebut yakni Permentan Nomor 50 Tahun 2011 tentang rekomendasi persetujuan pemasukan karkas, daging, jeroan, dan olahannya ke Indonesia.
"Regulasi kita ubah. Insya Allah mudah-mudahan hari ini kita tanda tangan. Khususnya secondary cut kami buka, jeroan kami buka, asal negara yang penting bebas PMK (penyakit mulut dan kuku)," kata Amran, kemarin. (hns/hns)











































