Status Kehalalan Jeroan Impor Dipertanyakan

Status Kehalalan Jeroan Impor Dipertanyakan

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2016 14:51 WIB
Status Kehalalan Jeroan Impor Dipertanyakan
Foto: iStock
Jakarta - Untuk menambah alternatif konsumsi sekaligus menekan harga daging sapi, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membuka importasi jeroan yang sebelumnya dilarang.

Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano, berujar status kehalalan dari jeroan impor perlu dipertanyakan.

Status kehalalan yang belum jelas ini, menurutnya, lantaran jeroan merupakan bagian kecil dari sapi yang disembelih. Di sisi lain, jumlah sapi yang dipotong dengan cara halal untuk diambil jeroannya masih terbatas di Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mengenai status kehalalan agak dipertanyakan. Satu jeroan berupa usus, jantung, hati itu kan diambil dari satu sapi. Contohnya satu jeroan hati yang beratnya 2 kg lebih, itu diambil dari satu ekor sapi," jelas Joni kepada detikFinance, Rabu (13/7/2016).

"Sementara kalau dia butuh jeroan 1 ton, itu berasal dari sekitar 300 ekor sapi yang dipotong. Bayangkan saja sekali impor butuh ton-tonan, berapa banyak sapi yang dipotong, sementara pemotongan yang halal di Australia terbatas," tambahnya.

Menurut Joni, dulu saat impor jeroan pernah dibuka, ada ratusan ton jeroan asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia. Namun, jumlah jeroan yang masuk tersebut jauh lebih banyak ketimbang jeroan yang diproduksi rumah potong halal di AS.

"Pernah ada datanya saat impor jeroan dari AS dulu, rupanya jumlah jeroan yang dikirim ke Indonesia melebih angka produksi sapi yang dipotong secara halal di sana," ungkapnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads