Ini Bahayanya Impor Jeroan Sapi

Ini Bahayanya Impor Jeroan Sapi

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2016 20:15 WIB
Ini Bahayanya Impor Jeroan Sapi
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Berbagai upaya ditempuh pemerintah untuk menekan harga daging sapi bisa di bawah Rp 80.000/kg. Salah satunya dengan membuka impor jeroan sapi yang sebelumnya dilarang masuk ke Indonesia.

Namun, menurut dokter ahli gizi, dr Marzuki, mengungkapkan masuknya jeroan impor membuat konsumsi jeroan masyarakat meningkat. Dampaknya, bisa berpengaruh pada memburuknya kesehatan masyarakat secara umum akibat mengkonsumsi jeroan.

"Dibandingkan dengan negara di luar, jeroan itu banyak dilarang sekali untuk dikonsumsi, makanya dipisahkan. Kalau di Indonesia malah dikonsumsi, nggak dipikirkan kolesterol jeroan yang tinggi," terang Marzuki kepada detikFinance, Rabu (13/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, rencana pemerintah mensubstitusi daging sapi dengan jeroan tidaklah tepat. Apalagi demi alasan menurunkan harga daging sapi sampai Rp 80.000/kg.

Bukannya memberi kesehatan dan menurunkan harga, jeroan sapi justru bisa memicu kolesterol.

"Makanya orang luar, dan kita sendiri pantang konsumsi jeroan. Baik itu babat, paru, jantung. Sate padang yang benar pun dari daging, bukan pakai jeroan. Semakin banyak orang kolesterol," jelas dosen ahli gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II ini.

Hal itulah, menurutnya, membuat warga negara luar seperti Australia jarang yang mengkonsumsi jeroan seperti halnya di Indonesia.

"Kenapa jeroan jarang dikonsumsi orang luar, karena itu sumber kolesterol. Memang ada kandungan protein, tapi itu kecil," ujar Marzuki. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads