Begini Cara Mentan Agar RI Tak Tergantung Impor Beras

Begini Cara Mentan Agar RI Tak Tergantung Impor Beras

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2016 14:05 WIB
Begini Cara Mentan Agar RI Tak Tergantung Impor Beras
Foto: Rachman Haryanto
Semarang - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan dengan tercapainya target luas tambah tanam dan serap gabah secara nasional, diharapkan mampu meniadakan ketergantungan impor beras.

Untuk itu Pemerintah pun meningkatkat serapan gabah dan luas tambah tanam pada 10 provinsi di seluruh Indonesia.

"Ini menjadi fokus kami, kenapa keliling ke 10 provinsi. Bila perlu 17 provinsi. Hari ini hari pertama di Jawa Tengah. Target kita 1,2 juta (luas tambah tanam) seluruh Indonesia, untuk Jawa Tengah dibuka per kabupaten. Kalau ini kita capai, total 1 juta (serap gabah) kami pastikan kita tidak cerita lagi impor, dan tidak ada lagi bulan paceklik," ucapnya di Wisma Perdamaian, Semarang, Kamis (14/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya La Nina tahun ini, Amran pun mengharapkan upaya untuk melakukan serap gabah dapat lebih optimal. Berbagai upaya pun ditempuh demi mencapai target ini.

"Kita mencoba menggeser sehingga irigasi kita perbaiki, traktor kita tambah ribuan, tahun ini 100 ribu lebih. Kemudian sarana produksi kita kawal bersama. Jadi kami minta tolong target ini jangan meleset. Tiga bulan critical point. Juli, Agustus, September," imbuhnya.

"Stok kita sampai Maret 2,08 juta ton. Cukup sampai Maret. Artinya apa, Maret panen lagi. Tapi kita tidak boleh lengah. 3 bulan ini kita gunakan. Supaya 3-4 Tahun kita tidak bicara impor lagi, kita cerita yang lain," jelasnya.

"Target serap gabahnya 1 juta harus di realisasikan dalam waktu dekat. Sekarang kami dengar 69 persen, kurang lebih tinggal 30 persen. Kami yakin pasti bisa," tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro, optimistis harga serap gabah ini akan sesuai dengan HPP. Dan memprediksi serapan gabah dapat mencapai 75 persen pada Juli ini.

"Perkiraan saya Juli ini 75 persen. Ini pertengahan juli 69,32 persen. Juli ini kan puncak panen kedua. Serapan gabah 693.200 ton per 12 Juli. Kami optimistis sampai akhir tahun. Harganya sesuai HPP. Gabah Kering Panen 3.700. Gabah Kering Giling 4.600. Jateng itu aman karena Bulog setiap bulan keluarkan 37.000 per bulan," pungkasnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads