"Tahun depan kita targetkan pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9%," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2016).
Faktor pendorong perekonomian adalah konsumsi pemerintah dengan 6,3-6,5%. Kemudian adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,4-7,3% dan konsumsi rumah tangga dengan asumsi 5,1-5,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkiraan perbaikan ekonomi domestik serta harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter. Diharapkan mendorong kinerja konsumsi rumah tangga," terang Bambang.
Sedangkan untuk ekspor diperkirakan sudah bergerak positif mencapai rentang 1-2,7%. Begitu juga dengan impor yang diperkirakan 1,8-3,2%.
"Kita harapkan ekspor tidak lagi bergerak negatif seperti tahun sebelumnya sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Bila dilihat secara sektoral, pertumbuhan tertinggi masih terjadi di informasi dan komunikasi yang diperkirakan pada rentang 10,5-10,9%. Selanjutnya adalah transportasi dan pergudangan 7-8,8% dan industri pengolahan pada rentang 6-6,5%.
Sektor jasa juga tetap akan tumbuh tinggi. Seperti jasa keuangan dan asuransi 8,7-9,1%, jasa perusahaan 8,2-9,1%, jasa pendidikan 8,5-9%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 8,1-8,6% dan jasa lainnya.
"Sektor pertambangan dan penggalian masih berat. Masih diperkirakan 0,2-0,6%. Akan tetapi sektor konstruksi patut diperhatikan karena tahun depan diperkirakan 7,7 -8,4%," papar Bambang. (mkl/drk)










































