Panen Padi di Jepara, Mentan: Tak Ada Lagi Cerita Musim Paceklik di RI

Panen Padi di Jepara, Mentan: Tak Ada Lagi Cerita Musim Paceklik di RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2016 21:50 WIB
Panen Padi di Jepara, Mentan: Tak Ada Lagi Cerita Musim Paceklik di RI
Foto: Eduardo Simorangkir
Jepara - Setelah mengunjungi Semarang, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyambangi Jepara, dalam kegiatan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Amran tiba pukul 16.25 WIB di Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Kedatangan Amran disambut oleh sejumlah kesenian daerah Jepara. Setelah itu, Amran menjajal mesin panen padi Combine Quick Harvester.

"Hari ini kita sudah panen gadu. Rencana kita selesai panen langsung kita tanam. Kenapa kita harus turun langsung bulan Juli-September, karena ini jatuhnya panen Desember-Februari. Kalau Juli-September luas tambah tanamnya kecil, panennya jadi paceklik. Kita target 3 bulan ke depan minimal 1 juta sebulan. Jadi tidak ada lagi cerita musim paceklik di Indonesia," ucapnya usai menjajal mesin Combine Quick Harvester di Desa Batu Kali, Jepara, Kamis (14/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa lagi ada La Nina. Insya Allah Jepara kita jadikan lumbung pangan, jagung. Yang penting ada lahan. Kami siapkan sampai 10 ribu hektar, benih gratis pupuk herbisida," tambahnya.

Sejumlah alat dan mesin pertanian pun diberikan kepada para petani sebagai bantuan untuk mendukung kegiatan pertanian di Kabupaten Jepara. Amran pun sempat memberikan tambahan bibit jagung gratis sebagai permintaan maaf atas keterlambatannya.

Amran terlambat karena sempat dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana, di sela-sela kunjungan kerjanya itu.

"Aku harus bayar karena aku terlambat. Jagung kami berikan tambah 10 ribu. Ini jagungnya gratis bibit dan herbisidanya," ucapnya.

Dalam sambutannya, Ia juga bercerita bagaimana usaha Pemerintah untuk memantau ketersediaan dan harga pangan nasional sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

"Kami mengajak berproduksi, kami mengajak berdaulat pangan. Negara kita besar, negara kita kaya. Dan kami yakin pasti kita bisa berdaulat," tandasnya.

"Aku nggak mundur, mempertahankan saudaraku. Kami lama miskin 20 tahun. Kami rasakan apa yang Bapak rasakan. Bahkan saya berdoa kalau pun ada Menteri Pertanian berikutnya, mudah-mudahan yang pernah miskin biar tahu perasaan dan penderitaan petani," pungkasnya.

Sesaat sebelum meninggalkan lokasi acara, Amran pun meminta untuk berfoto bersama dengan sejumlah penari yang menyambut kedatangannya. Sontak Ia memberikan bantuan berupa satu unit mesin panen padi untuk satu kelompok penari ini.

"Tolong berikan combine harvester supaya ada pendapatan tiap hari. Sambil menari nanti bisa dapat beras tiap hari. Nanti ada combine harvester ya," tutupnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads