Lahan Tol di Sumatera Juga Bisa Dibangun Rel Kereta

Lahan Tol di Sumatera Juga Bisa Dibangun Rel Kereta

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2016 08:47 WIB
Lahan Tol di Sumatera Juga Bisa Dibangun Rel Kereta
Foto: Istimewa
Jakarta - Hingga 18 Juni 2016, total lahan yang sudah terbebas untuk tol Bakauheni-Terbanggi Besar mencapai 26,416 km, yang merupakan bagian dari tol Trans Sumatera.

Hal tersebut tercermin dari data dan foto Sub Direktorat Pengadaan Tanah, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikutip detikFinance, Kamis (14/7/2016).

Bila dilihat lebih seksama, ada pemandangan unik pada ruas jalan yang tanahnya sudah dibebaskan. Lebar tanah di ruas jalan tol yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera ini mencapai 2 kali lipat lebih lebar dibandingkan pembebasan tanah untuk jalan tol yang ada di Pulau Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Kalau Rata-rata kita bebaskan sekitar 60-80 meter, di Trans Sumatera ini kita bebaskan sampai 120 meter," kata Kepala Subdirektorat Pengadaan Tanah Direktorat Jenderal Bina Marga, Herry Marzuki ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Di sebelah jalan tol yang sedang dibangun, lanjut dia, nantinya akan dibangun juga lintasan kereta api. Bahkan, dengan lahan yang cukup lebar, diharapkan sejumlah infrastruktur lain bisa dibangun sekaligus hanya dengan satu kali pembebasan lahan.



"Memang di Sumatera ini berbeda dengan di Jawa. Perencanaannya lebih baik. Jadi mereka bebaskan tanah tidak untuk satu (satu proyek saja), tetapi dipikirkan juga pengembangan kedepannya. Jadi di situ nanti ada rel kereta, ada jaringan pipa gas, air dan sebagainya," papar Herry.

Dengan perencanaan yang lebih matang dan ketersediaan lahan yang lebih baik, diharapkan Sumatera bisa lebih mudah dikembangkan dibanding Pulau Jawa yang sudah terlanjur padat. "Kalau (lahan) dibebaskan sedikit-sedikit nanti seperti di sini (di Pulau Jawa). Pengembangannya susah," pungkas dia. (dna/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads