Deptan: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Flu Burung
Rabu, 23 Mar 2005 19:52 WIB
Jakarta - Departemen Pertanian (Deptan) menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan resah terhadap flu burung (avian influence) yang melanda Indonesia. Deptan juga menyatakan, daging ayam aman dikonsumsi oleh manusia dan flu burung tidak menyebar melalui makanan.Demikian diungkapkan Dirjen Peternakan Departemen Pertanian Warsito saat dihubungi detikcom melalui telepon di Jakarta, Rabu (23/3/2005).Amannya daging ayam dikonsumsi, kata Warsito karena berdasarkan hasil penelitian virus flu burung yang ada di Indonesia berdasarkan analisa virus tersebut secara genetika tidak homolog. "Artinya virus ini tidak dapat menular kepada manusia, seperti yang terjadi di Vietnam dan Hong Kong," katanya. Selain itu, kata Warsito, virus flu burung juga tidak punya reseptor atau punya media untuk dapat menempel ke tubuh manusia. "Virus ini pun mudah rusak dan akan mati jika terkena panas," katanya. Kasus flu burung yang terjadi kepada manusia di Vietnam, penyebarannya bukan karena mengkonsumsi daging atau telur ayam. "Jadi aman dikonsumsi manusia," katanya. Walaupun demikian, kata Warsito, pihak Deptan tetasp waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi, misalnya dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak unggas. "Saya katakan saat saat ini tidak ada lagi wabah flu burung," kata Warsito.Berdasarkan laporan yang masuk, kata Warsito, terdapat empat daerah atau kabupaten yang terkena flu burung dan semuanya berada di Sulsel. Keempat daerah itu antara lain, Wajo, Sopeng, Maros dan Sidrap. "Tapi hingga detik ini saya dapat laporan daerah-daerah tersebut sudah aman. Hanya kabupaten Sidrap saja yang masih ada. Tapi ini bukan wabah dan sifanya hanya sporadis," tandasnya.Dia juga menyatakan, isu yang menyatakan di daerah Pare-Pare dan Pinrang ada wabah flu burung itu tidak benar. "Kami sudah teliti dan tidak ada wabah flu burung, dan flu burung yang terjadi di Indonesia belum dapat dikatakan sebagai wabah," katanya.Warsito mengatakan, berdasarkan catatan Deptan terakhir jumlah hewan unggas yang mati akibat flu burung jumlahnyanya mencapai 25 juta ekor. "Kerugian petani bisa mencapai miliaran rupiah," kata Warsito yang mengaku belum tahu angka pastinya.
(mar/)











































