Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Lembong, kondisi perdagangan internasional masih menurun. Oleh sebab itu, Indonesia harus tetap waspada dan berjaga-jaga menyikapi kondisi ini.
"Perdagangan internasional masih tetap mengalami penurunan. Yang kami targetkan tahun ini kontraksinya tidak sebesar tahun lalu. Tahun lalu impor maupun ekspor 14-17%. Kami harapkan kontraksi perdagangan tahun single digit di bawah 10%. Tapi, kondisi global masih sangat sulit," ujar Thomas di Kantor Menko Perekonomian, Jumat (15/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh, setelah Brexit, kurs poundsterling melemah sekali. Berarti ekspor Inggris menjadi sangat kompetitif dan impor menjadi mahal bagi masyarakat Inggris. Itu bisa berdampak negatif kepada ekspor kita kepada Inggris," kata Lembong.
Dia juga mengingatkan, meskipun Indonesia surplus perdagangan di Juni, namun pencapaian tersebut tetap harus disikapi dengan kewaspadaan.
"Angka dari bulan ke bulan bisa naik turun. Kita jangan terlalu bereaksi terhadap angka individual satu bulan. Menurut saya sih kita tetap harus waspada, tetapi harus jaga-jaga. Apalagi dengan potensi dampak dari Brexit terhadap sentimen global. Menurut saya kita tetap harus hati-hati," tutur Lembong. (hns/ang)










































