Neraca Dagang RI Surplus, Mendag: Tetap Waspada, Kondisi Global Masih Sulit

Neraca Dagang RI Surplus, Mendag: Tetap Waspada, Kondisi Global Masih Sulit

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2016 13:42 WIB
Neraca Dagang RI Surplus, Mendag: Tetap Waspada, Kondisi Global Masih Sulit
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Juni tahun ini surplus sebesar US$ 900,2 juta. Apakah pencapaian ini mencerminkan perekonomian global dalam kondisi yang stabil untuk perdagangan internasional?

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Lembong, kondisi perdagangan internasional masih menurun. Oleh sebab itu, Indonesia harus tetap waspada dan berjaga-jaga menyikapi kondisi ini.

"Perdagangan internasional masih tetap mengalami penurunan. Yang kami targetkan tahun ini kontraksinya tidak sebesar tahun lalu. Tahun lalu impor maupun ekspor 14-17%. Kami harapkan kontraksi perdagangan tahun single digit di bawah 10%. Tapi, kondisi global masih sangat sulit," ujar Thomas di Kantor Menko Perekonomian, Jumat (15/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang harus diwaspadai adalah dampak dari kebijakan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit). Sebab, Brexit memicu sentimen global yang dapat mempengaruhi perdagangan internasional

"Contoh, setelah Brexit, kurs poundsterling melemah sekali. Berarti ekspor Inggris menjadi sangat kompetitif dan impor menjadi mahal bagi masyarakat Inggris. Itu bisa berdampak negatif kepada ekspor kita kepada Inggris," kata Lembong.

Dia juga mengingatkan, meskipun Indonesia surplus perdagangan di Juni, namun pencapaian tersebut tetap harus disikapi dengan kewaspadaan.

"Angka dari bulan ke bulan bisa naik turun. Kita jangan terlalu bereaksi terhadap angka individual satu bulan. Menurut saya sih kita tetap harus waspada, tetapi harus jaga-jaga. Apalagi dengan potensi dampak dari Brexit terhadap sentimen global. Menurut saya kita tetap harus hati-hati," tutur Lembong. (hns/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads