Dua Aturan Ini Bakal Direvisi Agar Harga Daging Sapi Turun

Dua Aturan Ini Bakal Direvisi Agar Harga Daging Sapi Turun

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2016 19:35 WIB
Dua Aturan Ini Bakal Direvisi Agar Harga Daging Sapi Turun
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Dianggap jadi sumber meroketnya harga daging sapi segar, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengajukan revisi atas UU Nomor 41 Tahun 2014 yang hanya mengizinkan impor sapi bakalan.

Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, mengungkapkan perubahan terutama pada pasal 36b ayat 1 yang mengharuskan impor sapi hidup hanya berupa bakalan.

"Yang utama akan direvisi hanya pasal 36b saja. Jadi agar harga daging lebih murah, tak hanya sapi bakalan sapi. Sapi siap potong juga tidak akan dilarang," kata Agung kepada detikFinance, Jumat (15/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan aturan lama yang mensyaratkan hanya sapi bakalan dengan berat tertentu, malah membuat harga bobot sapi hidup di tingkat feedloter lebih mahal ketimbang impor sapi siap potong.

"Inginnya kan lebih murah feedloter bisa bantu harga turun, bisa gerakkan ekonomi, serap tenaga kerja. Kenyatannya malah lebih mahal, tenaga kerja feedloter juga nggak banyak terserap," ujar Agung.

Kemudian, aturan lainnya adalah Permentan Nomor 58 Tahun 2015 tentang Pemasukan Karkas Daging dan Olahannya. Revisi aturan ini agar jeroan dan daging jenis secondary cut bisa masuk.

"Nah pemerintah ingin daging dari secondary cut bisa masuk, sebelumnya hanya boleh primary cut. Kemudian jeroan juga bisa masuk yang dulunya dilarang karena kondisi. Impor juga yang tadinya BUMN, swasta akan diizinkan," jelas Agung.

"Saat jeroan atau secondary cut diimpor hanya boleh oleh BUMN, barangnya kan sedikit karena kemampuan terbatas. Swasta masuk, pasokan akan lebih banyak lagi. Kalau ini bisa langsung dicabut karena yang keluarkan kan Menteri Pertanian. Hanya 2 aturan saja yang mau diubah," tambahnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads