Pengembangan ini mengacu pada beberapa bandara di sejumlah negara. Negara apa sajakah itu?
Menurut Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi, saat ini renovasi bandara mengacu pada 4 negara yaitu Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya di Bandara Haneda dan Mumbai pengelola bandara menunjukkan kerajinan lokal mulai dari ukiran hingga arsitektur.
"Kalau Haneda kita lihat Haneda melakukan eksplorasi terhadap kearifan lokal ada rumah Jepang ukiran Jepang itu luar biasa arsitektur Jepang, keluar bandara orang bisa menganggap Haneda beranda miniatur jepang,"
"Bandara Mumbai India di sana adalah art gallery airport seniman lokal di ekspos di situ seperti lukisan, di Incheon juga ada seperti operet" kata Budi.
Sedangkan di Bandara Incheon dan Changi, yang ditiru oleh AP II adalah dari segi komersial. Banyak barang-barang komersil yang dijual di bandara.
"Incheon bandara sibuk sama dengan Changin, dia bandara transit yang kita tiru bagaimana memanfaatkan lokasi komersial yang membuat terhibur. Selain mendatangkan income bagi korporasi, mereka juga terhibur barang komersil yang dijual," tutur Budi. (hns/hns)










































