Begini Pengakuan Pedagang Soal Jeroan Impor

Begini Pengakuan Pedagang Soal Jeroan Impor

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Minggu, 17 Jul 2016 10:50 WIB
Begini Pengakuan Pedagang Soal Jeroan Impor
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Perum Bulog mengaku telah mengimpor jeroan sapi sebanyak 2.000 ton sejak sebelum Lebaran lalu. Jeroan sapi ini telah didistribusikan ke sejumlah pasar dan sebagian besar ke wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Gondangdia pagi ini, sejumlah penjual daging sapi mengaku hanya menjual jeroan sapi lokal.

Salah satu penjual daging sapi di pasar ini bernama Uyung mengaku hanya mengambil jeroan sapi lokal dikarenakan sudah terjamin kualitasnya. Untuk itu, ia pun tidak berani mengambil risiko menjual jeroan sapi impor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jeroan kalau di es bau. 2 sampai 3 hari baunya sudah nggak enak, makan juga sudah nggak enak. Makanya ini juga ambilnya sedikit, cuma 5 kilo, sehari habis," katanya saat disambangi di kiosnya, Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2016).


Selain konsumsi jeroan yang menurun setelah Lebaran, salah seorang pedagang lainnya bernama Suherman mengaku tidak menjual jeroan impor karena harganya lebih mahal dibandingkan jeroan lokal. Jaminan kebersihan jeroan impor juga menjadi alasan lainnya tidak menjual daging ini.

"Jeroan impor kalau nggak dimurahin nggak ada yang beli. Harganya katanya Rp 40 sampai Rp 70 ribu per kilo. Habis lebaran gini kalau harganya nggak Rp 30 sampai Rp 50 ribu peminatnya kurang," ujarnya di lokasi yang sama.

"Harga jeroan lokal Rp 30 ribu sekarang. Harapannya jeroan impor jangan masuk ke Indonesia, karena takut banyak penyakit. Kurang higienis. Lagian peminatnya juga nggak ada," pungkasnya.

(drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads