Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Gondangdia pagi ini, sejumlah penjual daging sapi mengaku hanya menjual jeroan sapi lokal.
Salah satu penjual daging sapi di pasar ini bernama Uyung mengaku hanya mengambil jeroan sapi lokal dikarenakan sudah terjamin kualitasnya. Untuk itu, ia pun tidak berani mengambil risiko menjual jeroan sapi impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Selain konsumsi jeroan yang menurun setelah Lebaran, salah seorang pedagang lainnya bernama Suherman mengaku tidak menjual jeroan impor karena harganya lebih mahal dibandingkan jeroan lokal. Jaminan kebersihan jeroan impor juga menjadi alasan lainnya tidak menjual daging ini.
"Jeroan impor kalau nggak dimurahin nggak ada yang beli. Harganya katanya Rp 40 sampai Rp 70 ribu per kilo. Habis lebaran gini kalau harganya nggak Rp 30 sampai Rp 50 ribu peminatnya kurang," ujarnya di lokasi yang sama.
"Harga jeroan lokal Rp 30 ribu sekarang. Harapannya jeroan impor jangan masuk ke Indonesia, karena takut banyak penyakit. Kurang higienis. Lagian peminatnya juga nggak ada," pungkasnya.
![]() |













































