Ada Anggapan Daging Kerbau Alot Seperti 'Karet Ban', Apa Benar?

Ada Anggapan Daging Kerbau Alot Seperti 'Karet Ban', Apa Benar?

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 17 Jul 2016 13:11 WIB
Ada Anggapan Daging Kerbau Alot Seperti Karet Ban, Apa Benar?
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Guna membantu menekan harga daging sapi di dalam negeri yang masih bertengger di atas Rp 100.000/kg, pemerintah mulai membuka keran impor untuk daging kerbau asal India.

Kebijakan impor daging kerbau dikritik lantaran dianggap tidak diminati masyarakat. Banyak pemahaman, daging kerbau memiliki tekstur yang kasar dan alot saat dikonsumsi.

Ketua Komite Tetap Industri Makanan dan Protein, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Thomas Darmawan, mengungkapkan ada anggapan tekstur daging kerbau alot memang benar. Namun, hal tersebut tak sepenuhnya benar terhadap daging kerbau asal India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak benar itu daging kerbau India alot kayak karet ban kalau dimakan. Saya pribadi pernah diundang pemerintah India ke pemotongan kerbau di Allahabad India, yang dipotong itu kerbau perah, bukan kerbau seperti di Indonesia yang buat (bajak) sawah. Sehingga memang struktur dagingnya bagus," katanya kepada detikFinance, Minggu (17/7/2016).

"Warna dagingnya juga merah karena memang kerbau di sana dipiara (dipelihara) buat diambil susunya. Jangan samakan kerbau India yang namanya buffalo meat ini disamakan dengan kerbau di Indonesia," imbuhnya.

Soal kehalalan daging kerbau India, sambungnya, sebenarnya juga tak perlu dipermasalahkan. Meski mayoritas Hindu, tetap banyak rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayah-wilayah India yang berpenduduk muslim.

"Di India yang potong dari orang-orang muslim yang jumlahnya sekitar 10-15% dari penduduknya. Satu rumah potong seharinya dipotong 1.500 ekor," pungkasnya. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads