Kebijakan impor daging kerbau dikritik lantaran dianggap tidak diminati masyarakat. Banyak pemahaman, daging kerbau memiliki tekstur yang kasar dan alot saat dikonsumsi.
Ketua Komite Tetap Industri Makanan dan Protein, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Thomas Darmawan, mengungkapkan ada anggapan tekstur daging kerbau alot memang benar. Namun, hal tersebut tak sepenuhnya benar terhadap daging kerbau asal India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warna dagingnya juga merah karena memang kerbau di sana dipiara (dipelihara) buat diambil susunya. Jangan samakan kerbau India yang namanya buffalo meat ini disamakan dengan kerbau di Indonesia," imbuhnya.
Soal kehalalan daging kerbau India, sambungnya, sebenarnya juga tak perlu dipermasalahkan. Meski mayoritas Hindu, tetap banyak rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayah-wilayah India yang berpenduduk muslim.
"Di India yang potong dari orang-orang muslim yang jumlahnya sekitar 10-15% dari penduduknya. Satu rumah potong seharinya dipotong 1.500 ekor," pungkasnya. (drk/drk)











































