Pengusaha India Bidik Investasi Infrastruktur sampai Otomotif di RI

Pengusaha India Bidik Investasi Infrastruktur sampai Otomotif di RI

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 18 Jul 2016 19:08 WIB
Pengusaha India Bidik Investasi Infrastruktur sampai Otomotif di RI
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Confederation of India Industry (CII) melakukan kunjungan ke Indonesia selama dua hari Senin-Selasa 18-19 Juli 2016. Tujuannya adalah memaksimalkan peluang kerja sama ekonomi dua negara.

Presiden CII, Naushad Forbes mengatakan, masih ada peluang yang besar bagi pelaku industri dari India untuk menanamkan dan meningkatkan investasinya di Indonesia.

"Ada sekitar 50 investasi India di Indonesia yang signifikan dalam sektor infrastruktur, listrik, tekstil, baja, otomotif, mesin, pertambangan, perbankan dan barang konsumsi lainnya. Ada potensi untuk memperluas investasi," kata dia dalam Media Gathering CII di Shangri-La Hotel, Jakarta, Senin (18/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan, saat ini nilai kerja sama perdagangan antara Indonesia dan India telah mencapai angka Rp 206 miliar atau sekitar US$ 15,9 juta selama periode 2015-2016.

Dengan realisasi tersebut, menurut Naushad, masih terbuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara. Selain sektor yang saat ini telah dimasuki, ada sejumlah sektor baru yang tengah dibidik investor India di Indonesia.

"Ada potensi besar di bidang komponen otomotif, mobil, produk permesinan, IT, farmasi, bio-teknologi dan sektor kesehatan," rinci dia.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Godrej Group, Adi Godrej mengatakan Indonesia saat ini dipandang sebagai salah satu negara yang seksi sebagai negara tujuan investasi karena pasar terus tumbuh. Godrej adalah salah satu perusahaan investasi asal India yang berpengalaman berinvestasi di Indonesia.

"Godrej telah melakukan investasi signifikan di Indonesia dengan mengakuisisi Megasari Group dengan produksi Hit, Stella, Mitu dan lainnya. Indonesia memiliki pasar konsumen yang berkembang pesat di dunia. Kami yakin ini akan menyediakan banyak peluang bagi kedua negara untuk bekerjasama meningkatkan konsumsi," tutur dia.

Di Jakarta, CII dijadwalkan bertemu dengan sejumlah menteri di antaranya Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. (dna/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads