Terapkan Money Follow Program, Anggaran Pemerintah Hemat Rp 14,8 T

Terapkan Money Follow Program, Anggaran Pemerintah Hemat Rp 14,8 T

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2016 12:50 WIB
Terapkan Money Follow Program, Anggaran Pemerintah Hemat Rp 14,8 T
Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin lagi tradisi lama terulang, yakni money follow function atau setiap fungsi aparatur negara mendapatkan kenaikan anggaran yang setara.

Tradisi baru yang dibangun pemerintah adalah money follow program. Anggaran yang diberikan kepada setiap aparatur harus disesuaikan dengan prioritas program yang ditentukan bersama.

Dengan diterapkannya money follow program ini pemerintah pada Kementerian/Lembaga (K/L) di 2017 bisa berhemat hingga Rp 14,8 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika dibandingkan 2016, alokasi pagu indikatif lebih kecil Rp 14,8 triliun jadi Rp 769,3 triliun di 2017 jika dibandingkan APBN tahun ini Rp 784,7 triliun karena kita sudah mengalokasikan ke daerah," ujar Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro saat Rapat Kerja dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Di dalam penurunan pagu tersebut, belanja non operasional turun lebih besar yaitu Rp 31,5 triliun dikarenakan adanya kenaikan belanja operasional ebesar Rp 16,6 triliun yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Hal ini tercermin dari postur K/L di dalam pagu indikatif 2017 yakni 20 K/L alokasinya naik, kemudian 8 K/L alokasinya tetap, dan 59 K/L alokasinya turun. Ia berharap money follow program ini sudah bisa diterapkan di 2017.

"Gambaran money follow program hanya 20 K/L naik, 8 K/L tetap, 59 K/L turun alokasinya. Kami sudah mulai mencoba lakukan money follow program di 2017, kalau tidak, tunggu satu tahun lagi," tutur Bambang. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads