Tradisi baru yang dibangun pemerintah adalah money follow program. Anggaran yang diberikan kepada setiap aparatur harus disesuaikan dengan prioritas program yang ditentukan bersama.
Dengan diterapkannya money follow program ini pemerintah pada Kementerian/Lembaga (K/L) di 2017 bisa berhemat hingga Rp 14,8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam penurunan pagu tersebut, belanja non operasional turun lebih besar yaitu Rp 31,5 triliun dikarenakan adanya kenaikan belanja operasional ebesar Rp 16,6 triliun yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Hal ini tercermin dari postur K/L di dalam pagu indikatif 2017 yakni 20 K/L alokasinya naik, kemudian 8 K/L alokasinya tetap, dan 59 K/L alokasinya turun. Ia berharap money follow program ini sudah bisa diterapkan di 2017.
"Gambaran money follow program hanya 20 K/L naik, 8 K/L tetap, 59 K/L turun alokasinya. Kami sudah mulai mencoba lakukan money follow program di 2017, kalau tidak, tunggu satu tahun lagi," tutur Bambang. (feb/feb)










































