Tak Lagi Jadi Dirjen Peternakan, Muladno Kembali Mengajar di IPB

Tak Lagi Jadi Dirjen Peternakan, Muladno Kembali Mengajar di IPB

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2016 15:32 WIB
Tak Lagi Jadi Dirjen Peternakan, Muladno Kembali Mengajar di IPB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, pekan lalu mencopot Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Muladno.

Muladno yang merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu kembali aktif mengajar dan meneliti di IPB setelah 13 bulan 12 hari menjabat sebagai Dirjen Peternakan.

Muladno sudah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis selama menjabat sebagai Dirjen di Kementerian Pertanian (Kementan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setidaknya hasil ini tidak memalukan IPB," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/7/2016).

Mengenai harga daging sapi yang susah diturunkan, Muladno enggan berkomentar. Namun ia menjelaskan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mendatangkan daging kerbau dari India.

"Pro kontra selalu ada, apapun itu. Ini perintah Pak Jokowi untuk memasukkan daging kerbau karena harganya murah. Kami dan tim sudah datang ke sana, sudah cek dan para pakar sudah bilang oke. Ada dua kali audit yakni audit negara dan audit Rumah Potong Hewan (RPH)-nya. Setelah lolos dari audit negara, Kesmavet yang bertugas mengaudit RPH menyatakan ada 10 RPH di India yang layak ekspor ke Indonesia karena RPH-nya sudah standar internasional. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun digandeng untuk sisi kehalalannya," ujarnya.

Menurutnya, pertimbangan mengimpor daging kerbau karena harganya lebih murah. Bisa Rp 50.000 per kilo daging.

Setelah masuk pasar harganya bisa mencapai Rp 60.000-65.000 untuk daging tanpa lemak. Program ini masih dalam tahap perencanaan.

Pemberhentian Muladno terjadi di tengah polemik harga daging sapi. Pemerintah saat ini tengah mengupayakan harga daging sapi bisa turun di bawah Rp 80.000/kg, salah satunya dengan membuka keran impor daging sapi beku, jeroan, daging kerbau. (ang/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads