Soal Impor Daging, Mentan Geram Disebut Tidak Konsisten

Soal Impor Daging, Mentan Geram Disebut Tidak Konsisten

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2016 17:35 WIB
Foto: Muhammad Idris
Serang - Banyak kritik dilayangkan kepada Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, pasca kebijakan membuka impor daging, mulai dari daging sapi beku, kerbau India, jeroan, dan terbaru rencana revisi UU Nomor 41 Tahun 2014 yang melarang impor sapi siap potong.

Menurut Amran, banyak kalangan menilai dirinya tidak konsisten dengan regulasi yang dibuatnya sendiri. Padahal menurutnya, perubahan aturan, mutlak diperlukan sesuai kondisi dan kebutuhan rakyat.

"Siapa bilang saya nggak konsisten. Menteri melayani rakyat, bukan pengusaha. Memang banyak nggak suka, siapa yang nggak senang yah yang selama dapat keuntungan besar," ucapnya, di kantor Gubernur Banten, Serang, Selasa (19/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran menjelaskan, tidak konsisten bukan berarti pada kalimat yang diucapkannya, namun disebutnya, orang yang tidak konsisten yakni yang mengingkari ideologi dan kepentingan rakyat.

"Menteri layani rakyat, bukan kepada pengusaha. Jangan dianggap tidak konsisten karena kalimat, UU saja bisa diamandemen, artinya (perubahan kebijakan) harus tetap kepada kepentingan rakyat dan ideologi, bukan kalimat," tegas menteri asal Bone, Sulawesi Selatan.

Dia mencontohkan, untuk kebijakan pembukaan impor jeroan, kondisi tahun lalu berbeda dengan saat sekarang. Seperti halnya impor daging sapi beku yang sebelumnya ditentang habis, malah banyak peminatnya dan cukup membantu saat permintaan daging melonjak saat Ramadan.

"Kenapa sekarang impor (jeroan) tahun lalu nggak? Regulasi buat rakyat. Ditahan karena ada kepentingan rakyat lebih besar, sementara sekarang kebutuhannya besar," ujar Amran.

"Daging frozen (beku) saya buka ternyata banyak yang suka. Kalau nggak suka jangan seolah mewakili lidah orang lain, bulan Ramadan lalu habis daging beku antre sampai 5.000 orang di Pasar Minggu. Konsumsi daging beku disukai dari bintang film sampai gubernur. Malah dari middle dan high class. Jangan suka dibolak-balik," tambahnya. (wdl/wdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads