Sindir Importir Jagung, Mentan: Ruginya Petani Lebih Besar

Sindir Importir Jagung, Mentan: Ruginya Petani Lebih Besar

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2016 19:47 WIB
Sindir Importir Jagung, Mentan: Ruginya Petani Lebih Besar
Foto: Enggran Eko Budianto
Serang - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyebut ketergantungan impor jagung harus segera diakhiri. Salah satu upayanya, dengan memperketat izin jagung impor.

Dirinya menyinggung importir yang keberatan karena mengaku merugi miliaran rupiah setiap harinya karena jagung impornya ditahan di pelabuhan beberapa bulan lalu. Padahal, menurutnya, petani jagung juga mengalami hal yang sama, bahkan kerugiannya lebih besar.

Hal itu diungkapkan Amran saat acara pengolahan lahan serentak di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (19/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan ada importir jagung mengaku rugi Rp 1 miliar sehari karena jagung ditahan di pelabuhan. Terus saya panggil mereka, saya tanya, Bapak pernah miskin tidak?" kata Amran menirukan ucapannya saat bertemu importir.

"Mereka gagap jawabnya karena dia anak orang kaya, orang tuanya sudah kaya tinggal teruskan usaha. Anda rugi sehari Rp 1 miliar, tahu rasanya petani (jagung) yang jumlahnya 20 juta, rugi (harga jagung turun) Rp 1.000 saja sehari mereka rugi Rp 2 triliun. Anda rugi segitu saja sudah teriak-teriak," ujar Amran.

Menteri asal Bone, Sulawesi Selatan ini mengklaim, pembatasan impor tersebut efektif menurunkan jagung yang diimpor perusahaan pakan ternak tersebut.

"Saya tanda tangan nggak kasih masuk (jagung impor). Alhamdulillah impor turun 47%," ujar Amran.

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu, Kementerian Pertanian mengeluarkan larangan pemasukan 400.000 dari 700.000 ton jagung impor yang akan masuk ke pelabuhan.

Alasannya, jagung impor dilarang keluar dari gudang dan pelabuhan agar harga jagung lokal tidak kembali jatuh ke harga Rp 1.500/kg. Kementan berusaha menjaga harga jagung di atas Rp 3.000/kg. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads