PT PII Jamin Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan

PT PII Jamin Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 21 Jul 2016 18:10 WIB
PT PII Jamin Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menjamin proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Jawa Timur. Proyek senilai Rp 2,1 triliun ini dibangun berdasarkan skema kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan PT Meta Adhya Tirta Umbulan.

Direktur Utama PT PII, Sinthya Roesly menjelaskan pemerintah melalui PT PII menjamin keamanan investasi badan usaha dalam pembangunan SPAM. Penjaminan ini juga meningkatkan kepastian pendanaan proyek infrastruktur melalui partisipasi swasta.

"Penjaminan PT PII diharapkan terus meningkatkan peran badan usaha dalam penyediaan infrastruktur. Sehingga tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah yang terbatas," ujar Direktur Utama PT PII, Sinthya Roesly, usai Penandatanganan Perjanjian Proyek SPAM Umbulan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinthya mengungkapkan proyek bernilai sebesar Rp 2,05 trilliun ini mendapatkan dukungan kelayakan Rp 818 miliar dari Kementerian Keuangan melalui Project Development Fund (PDF) yang dilakukan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

SPAM Umbulan adalah proyek air dan proyek daerah pertama yang diberikan penjaminan pemerintah. Sehingga sampai 2016 PT PII sudah memberikan jaminan kepada 8 proyek infrastruktur.

"Enam tahun sejak PT PII lahir, dalam menjalankan mandat sebagai pelaksana tunggal penyedia penjaminan pemerintah, telah ditandatangani perjanjian penjaminan untuk 8 (delapan) proyek infrastruktur dengan total nilai sekitar Rp 75 triliun," katanya.

Sebagai informasi proyek SPAM Umbulan meliputi pekerjaan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan SPAM dengan kapasitas 4.000 liter per detik.

Proyek SPAM Umbulan akan menggunakan skema BOT (Built Operate Transfer) dengan masa konstruksi dijadwalkan 24 bulan dan masa kerjasama 25 tahun sejak tanggal beroperasi komersial. (mkl/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads