Pakde Karwo Tolak Daging Kerbau dan Jeroan Impor

Pakde Karwo Tolak Daging Kerbau dan Jeroan Impor

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 21 Jul 2016 18:43 WIB
Pakde Karwo Tolak Daging Kerbau dan Jeroan Impor
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah membuka keran impor untuk kerbau dan jeroan. Rencana ini menuai penolakan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, sesuai dengan permintaan masyarakat dan pedagang setempat.

Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan, masyarakat lebih suka daging sapi, ayam dan kambing dibandingkan kerbau.

"Penduduk kami di Jatim sukanya sapi, Kerbau nggak bisa masuk di tempat kami karena seratnya besar itu, selilitan. Ini serius lho. Jadi kerbau nggak masuk, apalagi jeroan nggak mau sudah," terang Soekarwo di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soekarwo tengah mempersiapkan Surat Edaran (SE) agar produk tersebut tidak masuk ke wilayahnya.

"Saya setuju dengan pendapat penduduk tidak usah ke Jatim. Karena pendapatnya penduduk dan pedagang seperti itu kami buat surat edaran nggak perlu masuk," terangnya.

Pada sisi lain, Soekarwo menjaga iklim bisnis sapi di Jatim. Mengingat Jatim merupakan produsen daging sapi. Bila daging impor masuk dalam jumlah besar, maka pasti akan menjatuhkan harga yang berlaku sekarang.

"Kalau tidak, harga kita sudah jatuh di sana. Kan produksi 4,3 juta sapi di jatim, belum kambing yang kita perlukan 550 ribu, Jadi surplus besar 500 ribu, karena kelahiran sapi 1,050 juta," papar Soekarwo.

Harga daging sapi sejauh ini stabil pada kisaran Rp 110.000/kg, baik lebaran maupun hari biasa.

"Rp 110.000/kg paling tinggi, Rp 107.000/kg . Ada yang Rp 95.000/kg. Bahan untuk rawon hanya Rp 85.000 tetelan. Sekarang masih segitu standar harganya," jelas Soekarwo. (mkl/wdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads