Ada dua TPI yang didatangi Susi, yang dekat dengan jalan raya dan satu lagi yang posisinya dekat laut. Susi sempat berbincang bersama nelayan setempat.
Saat berada di TPI yang dekat dengan laut, Susi bertemu banyak nelayan yang kapal-kapalnya bertengger di dermaga. Banyak hal ditanyakan oleh Susi, termasuk lokasi tempat mereka melaut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil malu-malu, beberapa nelayan mulai membuka mulut menjawab pertanyaan Susi. Ada yang bilang ke Maluku, ada yang bilang ke Pontianak, dan lain-lain.
![]() |
Pemilik Susi Air itu juga bertanya berapa banyak hasil tangkapan para nelayan itu tiap bulan. Jawabannya berbeda-bedar, mulai dari 7 ton hingga 10 ton tiap bulan.
"Sudah punya BPJS (Kesehatan) belum?" Tanya Susi kepada para nelayan.
Tidak ada jawaban dari para nelayan. Mereka hanya diam sambil sedikit bingung harus menjawab apa.
"Nanti minta ya, biar kalau meriang nggak usah bayar. Kalau nggak ada (BPJS), nggak usah berangkat," ujar Susi.
![]() |
"Asuransi jiwa juga minta ya. Ramai-ramai sama teman-temannya ya," tambah Susi.
"Punya nomor (telepon) Ibu nggak?" Tanya Susi tanpa ada yang menjawab.
Susi pun berinisiatif menyebutkan nomor teleponnya di hadapan para nelayan. Para nelayan ini langsung menyambutnya dengan mengeluarkan ponsel sambil menyimpan nomor telepon Susi.
![]() |
"Lihat di Twitter ada nomor semua dirjen (Direktur Jenderal KKP). Nanti kalau mati ada santunan 40 juta kalau punya BPJS (Kesehatan)," kata Susi.
Sebelum pindah lokasi sidak, Susi sempat berfoto bersama para nelayan. (ang/dnl)













































