Impor Daging Sesuai kebutuhan

Impor Daging Sesuai kebutuhan

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2016 10:46 WIB
Impor Daging Sesuai kebutuhan
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah telah membuka impor daging beku, untuk bisa menekan harga daging segar yang masih di atas Rp 100.000/kg. Impor untuk menstabilkan harga terutama di Jabotabek, yang paling tinggi angka konsumsinya.

Sedangkan wilayah yang harga dagingnya tidak bergejolak harga dagingnya adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Lampung. Karena itu di wilayah ini, daging impor tidak akan masuk.

"Jadi impor (daging) masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan Jabotabek", ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam keterangannya, Jumat (22/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara menanggapi sejumlah isu masuknya penyakit hewan menular zoonesis ke Indonesia, pihak Kementerian Pertanian menyatakan, tidak ada kegiatan tanpa risiko (nol risk). Semua kegiatan pasti berisiko tergantung besar kecilnya risiko itu. Kementan meminta masyatakat tenang, karena kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang cukup tentang kesehatan hewan dan penyakit hewan sudah dijalankan.

"Saya ini dokter hewan yang tàhu kesehatan hewan, dan kami mempunyai banyak pakar kesehatan hewan telah memeriksa setiap hewan yàng akan dipotong. Hasilnya baik dan sehat dan hingga saat ini tidak ada apa apa. Jadi saya minta jangan kaitkan bisnis dengan kesehatan hewan. Kan yang rugi dan menanggung akibatnya adalah masyarakat kecil," Direktur Kesmavet Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan, I Ketut Miartha.

Ketut mengatakan, hingga saat ini, Menteri Pertanian sangat konsisten melindungi petani padi, jagung, kedelai, bawang, cabai, demikian juga petrnak ayam dan sapi. "Publik juga sudah mengetahui bahwa Mentan sangat getol mengendalikan impor," kata Ketut. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads