Toko Tani Kementan di Pasar Minggu Sepi, Ini Penampakannya

Toko Tani Kementan di Pasar Minggu Sepi, Ini Penampakannya

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2016 13:55 WIB
Toko Tani Kementan di Pasar Minggu Sepi, Ini Penampakannya
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Suasana di dalam bangunan bercat kuning yang terletak di seberang SMK Negeri 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini sepi. Padahal, sebelum Lebaran, hampir setiap harinya, bangunan yang dijadikan pasar murah bernama Toko Tani Indonesia (TTI) tersebut selalu ramai diserbu warga.

Namun saat ini, pembelinya masih bisa dihitung dengan jari. Beberapa banner, umbul-umbul, dan baliho TTI dengan warna warna merah tua masih terlihat di banyak sudut.
Toko Tani Indonesia (detikFinance/Muhammad Idris)

detikFinance yang menyambangi TTI pada Jumat pagi ini hanya menemukan 5 lapak yang masih berjualan. Kelimanya yakni bawang merah, beras, daging ayam, daging beku, dan cabai. Saat Ramadan lalu, ada puluhan lapak yang dikelola sejumlah pihak.

Setali tiga uang, di halaman parkir yang sebelumnya jadi area penjualan daging sapi murah, saat ini juga kondisinya sangat lengang. Beberapa tenda yang sebelumnya dipakai untuk menaruh daging beku juga saat ini sudah lenyap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang tahu kenapa sepi. Padahal katanya pada jualan sampai Desember, mungkin barangnya nggak ada, jadi nggak pada lanjut jualan," ucap Laras yang menjaga loss daging beku PT Indoguna Utama di dalam Gedung TTI Center, Jumat (22/7/2016).
Toko Tani Indonesia (detikFinance/Muhammad Idris)

TTI Pasar Minggu ini sendiri merupakan pilot project dari pasar murah permanen yang dicetuskan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

"Ini akan jadi solusi permanen potong rantai pasok. Perusahaan nggak rugi, petani nggak rugi, masyarakat dapat harga murah," kata Amran beberapa waktu lalu.
Toko Tani Indonesia (detikFinance/Muhammad Idris)

Pihaknya memastikan TTI akan terus dibuka secara permanen. Amran menyebut, pembukaan TTI ini dilakukan sebagai solusi jangka panjang atas rantai pasok pangan yang dianggap terlalu panjang.

Sebelumnya, beberapa hari pasca dibuka pada 15 Juni lalu, TTI langsung diserbu warga yang berburu sembako murah. Beberapa komoditas pangan yang dijual TTI ini antara lain daging sapi Rp 75.000/kg, gula pasir Rp 12.000/kg, daging ayam Rp 30.000/kg, bawang merah Rp 23.000/kg, bawang putih Rp 22.000/kg, beras Rp 7.900/kg, dan minyak goreng Rp 9.500/liter.

Harga miring yang ditawarkan TTI ini membuat masyarakat begitu antusias. Bahkan, saking ramainya, Jalan Maritim yang berada di depan TTI ini kerap macet parah akibat banyaknya pembeli.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan, TTI akan dibuka secara permanen. Kalau pun saat ini ada TTI yang sepi seperti halnya di Pasar Minggu, hal tersebut karena masalah koordinasi saja.

"Masalah koordinasi saja. Memang ada beberapa yang kemudian sementara berhenti berjualan. Tapi saat ini kita mulai minta mereka untuk kembali berjualan di TTI," ungkap Agung.

"Mungkin ada masalah dengan stoknya atau apa, kita masih koordinasi. Tapi saya pastikan TTI sifatnya permanen, mereka akan kembali ikut serta, kita masih telepon beberapa pihak untuk kembali partisipasi di TTI," tambahnya. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads