Bangunan lama yang terkesan lusuh dengan atap berupa seng berkarat, saat ini sudah berubah menjadi bangunan yang lebih modern.
Meski nuansa modern sangat terasa namun arsitektur bangunan utama PLBN ini masih mempertahankan ciri khas kawasan setempat yang terlihat dari bentuk atap khas suku Dayak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Saat ini perkembangannya sudah 56,91%. Kalau progres keuangannya sudah 57,5%," tutur Direktur Jenderal Cipta Karya, Andreas Suhono di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Progres pembangunannya sendiri tergolong cepat. Pada 24 Maret 2016, pekerjaan fisik PLBN ini baru mencapai 46%. Namun dalam data terbaru yang diperbaharui tanggal 31 Mei 2016, perkembangannya sudah 57,5%.
![]() |
Pekerjaan konstruksi sendiri dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang meliputi perbaikan dan pembangunan kembali gedung serta fasilitas PLBN dengan masa kontrak 11 Agustus 2015 hingga 4 Agustus 2016.
Sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikelola Kementerian PUPR sebesar Rp 152,5 miliar dengan skema secara multiyears, alias tahun jamak. Alokasi anggarannya ialah Rp 64,45 miliar di 2015 dan Rp 88,03 miliar di 2016.
PLBN Entikong terletak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. PLBN ini menjadi salah satu pintu masuk utama yang menghubungkan Indonesia dengan Sarawak, Malaysia.
![]() |














































