Rini Ingin Tiru Pengelolaan BUMN di Malaysia dan Singapura

Rini Ingin Tiru Pengelolaan BUMN di Malaysia dan Singapura

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 25 Jul 2016 13:42 WIB
Rini Ingin Tiru Pengelolaan BUMN di Malaysia dan Singapura
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno ingin membuat kompetensi BUMN Indonesia bisa setara dengan BUMN di Singapura dan Malaysia. Rini berencana membuat super holding yang menaungi lima holding BUMN. Super holding ini telah diterapkan pada pengelolaan BUMN di Singapura (Temasek) dan Malaysia (Khazanah).

Dengan pembentukan super holding, BUMN memiliki keleluasaan lebih untuk mengembangkan usahanya. BUMN juga nantinya tidak lagi tergantung dari anggaran negara seperti program Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan prosedur yang rumit.

"Memang kalau kita lihat negara lain seperti di Singapura, Malaysia itu mereka bentuknya super holding. Seperti di Malaysia itu Khasanah, seperti di Singapura juga ada Temasek itu membuat mereka jadi lebih lincah, fleksibel, mendunia," ujar Rini saat membuka acara diskusi RUU BUMN di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka investasi di negara lain juga dan tidak tergantung dari anggaran negara, tidak membebani anggaran negara. Jadi memang betul-betul berfungsi sebagai korporasi," tambahnya.

Adanya super holding ini juga nantinya akan menggeser peran Kementerian BUMN yang selama ini menjadi pemegang kekuasaan atas BUMN. Super holding juga nantinya bisa mengawasi kinerja dan tata kelola BUMN yang selama ini ada di tingkat kementerian.

"Kami mengusulkan super holding mengganti peran Kementerian BUMN. Kami mengusulkan pembinaan, pengawasan, dan pengelolaan BUMN tidak lagi di Kementerian tapi super holding," jelas Rini.

Rencana pembentukan super holding saat ini masih dalam wacana internal Kementerian BUMN di bawah pimpinan Rini Soemarno. Nantinya pembentukan super holding akan dibahas lebih lanjut di tingkat parlemen hingga nantinya mendapat persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan adanya super holding juga bisa membuat daya saing BUMN dalam negeri lebih kompetitif dari negara lain.

"Ini masih dalam pembicaraan, tergantung nanti dalam final diskusinya akan seperti apa. Tentunya apapun yang kita harapkan, kami berterima kasih dengan Pak Dodi sebagai Ketua Panja RUU BUMN, karena memang sangat penting kita melakukan revisi terhadap UU yang sekarang. Dan negara ASEAN itu BUMN nya sudah pakai super holding, itu membuat mereka lebih fleksibel untuk berkompetisi. Jadi kita harus bersiap bagaimana menghadapi kompetisi," tutup Rini. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads