"Sebaiknya konsumsi ikan. Itu sehat, nggak ada tekanan darah tinggi atau hipertensi dilarang makan ikan, kalau daging iya (dilarang makan)," ucap Amran ditemui di Pasar Sentral, Medan, Senin (25/7/2016).
Menurut Amran, sumber protein selain daging sapi seperti ikan, juga tak kalah dengan kandungan yang dimiliki daging lainnya seperti kambing dan ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berujar, sumber-sumber protein yang tersedia melimpah di Indonesia inilah yang seharusnya mulai dikampanyekan agar konsumsinya terdorong naik, selain sebagai subtitusi daging sapi. Dampaknya, tentu ada penurunan harga daging sapi.
"Ya dong bisa (turun harga daging sapi). Ini yang perlu diluruskan, ayam kita sudah ekspor ke Myanmar, lagi mau ekspor ke Jepang. Kemudian ikan proteinnya melimpah," jelas Amran.
Menurutnya, meski butuh waktu merubah pola kebiasaan konsumsi masyarakat, hal tersebut tetap bisa dilakukan dalam waktu yang cepat, seperti yang terjadi pada daging sapi beku.
"Pemahaman dulu daging frozen nggak disenangi masyarakat, padahal harganya Rp 70.000/kg. Kalau ke hotel-hotel kan semua pakai frozen, seluruh hotel di dunia pakai daging frozen," ujar Amran. (hns/hns)











































