Ganti Menkeu Saat Tax Amnesty Berjalan, Istana: Presiden Punya Perhitungan

Ganti Menkeu Saat Tax Amnesty Berjalan, Istana: Presiden Punya Perhitungan

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2016 14:14 WIB
Ganti Menkeu Saat Tax Amnesty Berjalan, Istana: Presiden Punya Perhitungan
Foto: Ilustrator Mindra Purnomo
Jakarta - Menteri Keuangan menjadi salah satu posisi yang mengalami pergantian dalam reshuffle kabinet jilid II. Sri Mulyani Indrawati masuk menjadi Menkeu, menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser ke posisi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

Posisi ini memang cukup strategis. Apalagi ini terjadi ketika program besar pemerintah, yakni pengampunan pajak atau tax amnesty baru saja berjalan. Tax amnesty sudah berjalan sekitar seminggu dan akan berakhir pada 31 Maret 2017.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, menjelaskan pergantian ini tidak akan mengganggu berjalannya program tersebut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memiliki perhitungan yang matang dalam pergantian menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden punya perhitungan, dan sangat matang. Presiden masukannya ya dari mana saja," tegas Pramono, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Pramono menyatakan, proses pergantian menteri ini memakan waktu yang tidak sebentar, yaitu beberapa bulan sebelumnya. Presiden Jokowi, kata Pramono, melakukan komunikasi langsung dengan para calon dan tertutup. Termasuk dengan Sri Mulyani.

"Misalnya, Sri Mulyani, tentunya diminta kesediaan, dan karena Sri Mulyani menjadi Managing Director World Bank, perlu mendapatkan persetujuan pemimpin tertinggi Presdir World Bank," jelas Pramono.

"Alhamdulillah tadi pagi Presiden sudah berkomunikasi dengan petinggi tertinggi WB, Presiden Kim, dan mendapatkan persetujuan," tegasnya. (mkl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads