Dipanggil Pulang Jokowi dari AS, Arcandra Tahar Jadi Menteri ESDM

Dipanggil Pulang Jokowi dari AS, Arcandra Tahar Jadi Menteri ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2016 18:44 WIB
Dipanggil Pulang Jokowi dari AS, Arcandra Tahar Jadi Menteri ESDM
Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Arcandra Tahar, pria berusia 45 tahun yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi profesional di bidang migas di Amerika Serikat (AS), dipanggil pulang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan resmi menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said.

Dengan mengenakan jas hitam, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1989 ini tiba bersama istrinya di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pukul 17.00 WIB untuk acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri ESDM.

Kedatangan Arcandra langsung disambut oleh Sudirman bersama istri dan para pejabat eselon I Kementerian ESDM. Mereka lalu menuju ke Gedung Utama Kementerian ESDM untuk upacara sertijab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Candra Tahar, selamat datang di Kementerian ESDM. Background Bapak sangat kuat, kita bersyukur mendapat pemimpin baru untuk melakukan pembenahan di sektor ESDM. Kita ingin terus melanjutkan ini. Sekali lagi selamat datang, selamat bekerja untuk yang terbaik bagi bangsa," kata Sudirman dalam sambutannya saat menyerahkan jabatan di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Saat giliran Arcandra memberikan sambutan, dia mengungkapkan, dirinya dipanggil pulang ke tanah air oleh Jokowi untuk mengemban tugas berat memimpin sektor ESDM. Meski berat, amanah itu diterimanya karena merupakan tugas negara.

Arcandra meminta dukungan dari semua pihak, terutama jajaran Kementerian ESDM, agar dapat menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM dengan baik.

"Saya dipanggil pulang setelah lebih dari 20 tahun menetap di AS. Saya menyadari begitu berat tapi saya yakin dengan jajaran ESDM Insya Allah tugas ini bisa menjadi lebih ringan," ujarnya.

Dia berjanji akan melanjutkan transformasi di sektor ESDM supaya Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat energi, dan kekayaan energi bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

"Menurut hemat saya, transformasi ESDM adalah keharusan, bukan pilihan, dalam rangka membangun kedaulatan bangsa dalam menghadapi persaingan antar negara, antar kawasan, antar benua. Kita harus menjamin manfaat untuk rakyat, menjamin kedaulatan energi dari segi pengelolaan, suplai, manfaat untuk masyarakat," pungkasnya. (drk/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads