Dalam sambutannya, Bambang bercerita bagaimana latar belakang pendidikannya sewaktu kuliah di bidang ekonomi pembangunan. Hal itu menurutnya menjadi salah satu bekal bagaimana Ia dapat memulai pekerjaan barunya sebagai Kepala Bappenas yang fokus pada perencanaan.
"Mudah-mudahan dengan latar belakang keilmuan saya, bisa membantu perencanaan pembangunan di Indonesia yang lebih baik. Mungkin S2, S3 saya tadi kalau di Indonesia tidak masuk fakultas ekonomi, tapi masuk ITB planologi (perencanaan wilayah). Itulah mungkin yang bisa Jadi artinya saya bisa kerja sama lah. Semuanya bisa nyambung. Semua bisa saling mengerti karena kita punya spirit yang sama," ujarnya acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bappenas di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (28/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Nantinya, Bambang ingin membawa Bappenas sebagai lembaga birokrat pemerintah yang kritis. Artinya, para birokrat di Bappenas harus memiliki rasa ingin tahu.
"Saya ingin buat Bappenas menjadi lembaga atau birokrat yang kritis. Artinya selalu bertanya, selalu ingin tahu. Kalau kita buat kebijakan ini hasilnya ada atau nggak. Ada gunanya apa nggak. Buang-buang duit ada gunanya apa nggak. Kedua, birokrat pemikir," tandasnya.
"Pengalaman saya di birokrat keuangan memang eksekutor, yang memang tugasnya operasional. Bappenas tidak seperti itu. Kita harus bedakan Bappenas adalah birokrat pemikir," pungkasnya. (feb/feb)












































