Susi mengatakan, selama ini pembongkaran dilakukan hanya pada gudang pemilik kapal.
"Semua ikan akan di pasar ikan. Tidak boleh di gudang masing-masing pemilik kapal. Sekarang ini kan seperti itu," ungkap Susi, dalam acara The Economist, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (28/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang, pihaknya memulai dengan pembenahan TPI. Ada 10 TPI utama yang akan dibangun dalam waktu cepat. Salah satunya adalah TPI Muara Baru, Jakarta.
"Kalau tidak ada pasar mau taruh di mana. Kami 10 tempat akan bangun. Termasuk muara baru," terangnya.
Dengan demikian, hasil penangkapan ikan lebih terorganisir. Pemerintah dapat mengetahui lebih jelas produksi ikan setiap waktunya di dalam negeri.
"Selama ini kami kan kesulitan soal data, karena semuanya tidak dilaporkan. Pemilik kapal bermain sendiri-sendiri," paparnya.
Data yang lebih komperhensif akan memudahkan instansi untuk menentukan kebijakan yang harus ditempuh. Hal ini menurut Susi juga akan menguntungkan bagi nelayan ke depannya.
"Jadi tidak boleh unreported lagi," tegas Susi. (mkl/wdl)










































