Sistem biosecurity 3 zona adalah kerjasama antara Badan Pangan Dunia PBB, FAO dengan Kementerian Pertanian. Sistem ini membagi peternakan menjadi 3 zona, yakni kawasan kotor, zona antara, dan zona bersih.
Zona kotor berada di luar kandang atau tempat parkir yang terdapat banyak kuman. Sementara zona pertengahan adalah zona perantara antara zona bersih di mana terdapat adanya kandang ayam. Untuk masuk dan keluar diantara zona tersebut, para pekerja peternak diwajibkan membersihkan tubuh, seperti kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantara zona tersebut, ia mengatakan para petugas kandang harus mengganti sendal sesuai dengan warna zona. Misalnya saat di zona hijau khusus menggunakan sendal berwarna hijau untuk memberi tanda sebagai daerah steril.
"Dengan membatasi orang itu bisa mengurangi meminimalisir masuknya kuman penyakit," kata Azhar.
Azhar mengatakan, saat ini Indonesia berada di peringkat ke 7 dunia produksi telur ayam. Terdiri dari produksi ayam boiler (ayam pedaging) sebanyak 2,4 -2,5 juta ton, jumlah ini sama pada produksi ayam petelur (produksi layer).
Mengacu pada posisi tersebut, dia mengimbau peternak menjaga kualitas ayamnya sehingga tidak ada penyebaran kasus flu burung. Virus flu burung diketahui dapat bermutasi sehingga harus diwaspadai.
Pemberian Vaksin
Selain menerapkan kebersihan kandang, peternak juga harus melakukan pemberian vaksin secara tepat ke unggas. Vaksin itu harus diberikan secara tepat yakni legal, tepat jadwal, dan tepat teknik. Pemberian vaksin dengan formula 3 + 2, atau 3 kali sebelum bertelur dan 2 kali semasa produksi telur dengan tekniknya secara lembut dan bersih.
"Ini sudah diuji coba sejak tahun 2010 di 10 peternakan di 3 kabupaten, yaitu di Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo. Itu terbukti kasus penyakitnya sangat minim sehingga ayamnya sehat. Produksi telur meningkat, keuntunganya meningkat, kematiannya kecil. Ini bisa dilakukan secara mudah sebenarnya daripada ayam itu sakit dan berobat, tapi bisa dicegah dengan cara ini," ujar Azhar.
Ia mengatakan, sulitnya peternak perintis untuk mau mendengarkan petugas dinas menjadi salah satu kendala. Padahal jika peternak ini mau dibina dan didampingi saat menerapkannya, petugas akan memberikan surat keterangan pelayanan kesehatan unggas komersial.
Surat keterangan ini rencananya akan diterapkan tahun 2016 di dinas dan kabupaten/kota. Bila telah ada surat ini nanti peternak bisa mendapat kepercayaan dari bank karena dipercaya meningkatkan produk produktivitasnya.
"Masih kita rampungkan nanti akan di uji coba di tahun ni di beberapa provinsi seperti Jabar, Jateng, Jatim, Sumbar, Sumut, nanti akan menyebar. Ini baru mau uji coba, masih terus sosialisasi karena petugasnya mendampingi nanti. Kalau sudah ada sertifikatnya nanti bisa dibawa ke bank sehingga bisa menjamin kalau produksinya bisa meningkat," kata Azhar.
Ia mengatakan, sebanyak 8.357 peternak di 12 provinsi dan 50 kabupaten kota telah dilatih menerapkan sistem ini. Petugas yang sudah dilatih ads 133 orang dengan memberikan praktik pendampingan dan menerapkan praktek biosecurity 3 zona. (hns/hns)











































