Karena tingginya harga, pedagang mengeluh sulit menjual dagangannya. "Biasanya jam segini (09.00 WIB) sudah habis. Tapi ini masih banyak," kata Ade, pedagang di Pasar Lembang saat dijumpai detikFinance, Sabtu (30/7/2016).
Ia mengatakan, saat kondisi normal ia bisa menjual 100-200 ekor ayam dalam sehari. "Tapi sekarang jual 100 saja nggak habis," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin Lebaran sudah habis, uang THR juga sudah habis. Terus mereka kan juga harus bayar sekolah anak, kan baru masuk sekolah lagi ini. Butuh beli buku, beli tas, beli lain-lain," sambung dia.
Akibat hal tersebut, ia terpaksa menjual murah ayamnya. Karena, bila ia bertahan dengan harga pasar, bisa-bisa barang dagangannya tidak laku terjual. Belum lagi ada risiko daging rusak atau membusuk bila terlalu lama.
"Harga Rp 38.000 per ekor sudah saya turunin jadi Rp 35.000, masih ditawar juga jadi Rp 30.000. Ya mau nggak mau saya lepas saja. Kalau nggak, nggak laku. Besok-besok juga sudah nggak laku," tandas dia (dna/hns)











































