Daftar Proyek Infrastruktur RI yang Masuk ASEAN Masterplan Connectivity

Daftar Proyek Infrastruktur RI yang Masuk ASEAN Masterplan Connectivity

Yulida Medistiara - detikFinance
Senin, 01 Agu 2016 15:45 WIB
Daftar Proyek Infrastruktur RI yang Masuk ASEAN Masterplan Connectivity
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum yang akan digelar pada 8-11 November di JCC, Senayan, akan mengundang investor lokal dan luar negeri. Dalam forum itu, Indonesia membawa misi penting terkait pembangunan infrastruktur, yakni proyek infrastruktur pelabuhan, jalan tol, dan listrik yang masuk dalam ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum akan berfokus pada agenda pembangunan infrastruktur Indonesia selama 5 tahun ke depan senilai US$ 450 miliar dan ASEAN Master Plan Connectivity 2025 (MPAC) senilai US$ 3,3 triliun untuk 15 tahun ke depan.

Dalam buku MPAC jilid II ini, Indonesia membawa misi terkait proyek pelabuhan, jalan, dan listrik agar sejalan dengan program nasional. Proyek yang menjadi prioritas misalnya dari 47 pelabuhan di ASEAN, 14 hingga 15 pelabuhan tersebut punya Indonesia.

Di antaranya pembangunan trans Sumatera jalan tol Kayu Agung-Palembang, pembangunan jalan Tol Manado Bitung, Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Makassar. Beberapa investor dari lokal dan luar negeri akan datang sehingga diharapkan dapat terbuka jaringan baru investasi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Trans Sumatera Bagian yang Kayu Agung-Palembang, itu yang kita masukkan ke MPAC jilid dulu, investor kan nanti banyak sekali yang diundang ya, ada Sumitomo, ASEAN Development Bank (ADB) mana-mana yang tertarik bagi mereka, baik bentuk PPP (Public Private Partnership) maupun investasi langsung," ujar Wakil Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN Rahmat Pramono, di BKPM, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2016).

"Misal dalam proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung, kan porsi pemerintah sudah jalan, kemudian ada yang PPP ASEAN itu yang belum, jadi dibagi 3 tahap, kilometernya itu totalnya sekitar 40-41 km, tanggung jawab pemerintah sudah jalan, tinggal yang 2 tahap ini," imbuh Rahmat.

Dari US$ 3,3 triliun yang ada di dalam MPAC untuk 15 tahun ke depan ini, ia menjelaskan, porsi yang paling besar ada pada proyek infrastruktur transportasi senilai US$ 1,2 triliun, listrik sekitar US$ 1 triliun, dan air US$ 0,6 triliun. Dari beberapa proyek ini, ia menyebut, Cina telah tertarik, tetapi juga ditawarkan kepada ASEAN. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads