Dalam buku MPAC jilid II ini, Indonesia membawa misi terkait proyek pelabuhan, jalan, dan listrik agar sejalan dengan program nasional. Proyek yang menjadi prioritas misalnya dari 47 pelabuhan di ASEAN, 14 hingga 15 pelabuhan tersebut punya Indonesia.
Di antaranya pembangunan trans Sumatera jalan tol Kayu Agung-Palembang, pembangunan jalan Tol Manado Bitung, Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Makassar. Beberapa investor dari lokal dan luar negeri akan datang sehingga diharapkan dapat terbuka jaringan baru investasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misal dalam proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung, kan porsi pemerintah sudah jalan, kemudian ada yang PPP ASEAN itu yang belum, jadi dibagi 3 tahap, kilometernya itu totalnya sekitar 40-41 km, tanggung jawab pemerintah sudah jalan, tinggal yang 2 tahap ini," imbuh Rahmat.
Dari US$ 3,3 triliun yang ada di dalam MPAC untuk 15 tahun ke depan ini, ia menjelaskan, porsi yang paling besar ada pada proyek infrastruktur transportasi senilai US$ 1,2 triliun, listrik sekitar US$ 1 triliun, dan air US$ 0,6 triliun. Dari beberapa proyek ini, ia menyebut, Cina telah tertarik, tetapi juga ditawarkan kepada ASEAN. (drk/drk)











































