Harga Gabah di Petani Turun, Tapi Beras di Pedagang Naik

Harga Gabah di Petani Turun, Tapi Beras di Pedagang Naik

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 01 Agu 2016 15:50 WIB
Harga Gabah di Petani Turun, Tapi Beras di Pedagang Naik
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani tercatat mengalami penurunan pada Juli 2016. Penurunan harga gabah dipicu produksi yang mengalami kenaikan karena faktor cuaca yang baik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, harga rata-rata GKP di tingkat petani sebesar Rp 4.376/kg atau turun 2,79%.

"Juga terjadi penurunan harga di penggilingan dari gabah kering giling (GKG) sebesar 0,92% dengan harga harga rata-rata Rp 5.380/kg. Ini karena memang musim dan cuaca sedang bagus, yang tadinya kering turun hujan. Biasanya panen gadu, sekarang panen biasa di Juli," ujarnya di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga tertinggi GKG sebesar Rp 9.183 dari jenis verietas unus mutiara di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dan harga terendah Rp 3.200/kg dari varietas Ciherang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah sebesar Rp 3.200/kg.

Harga yang turun tersebut ikut membuat harga beras di tingkat penggilingan turun. Untuk rara-rata harga beras medium mengalami penurunan dari Rp 8.963/kg menjadi Rp 8.931/kg. Beras kualitas rendah turun dari Rp 8.582/kg menjadi Rp 8.558/kg. Hanya beras premium yang naik dari Rp 9.354/kg menjadi Rp 9.374/kg.

Meski demikian, penurunan harga di petani dan penggilingan tidak terjadi di tingkat pedagang. Harga beras pada Juli 2016 malah naik sebesar 0,5%.

"Beras juga mengalami kenaikan 0,5% dengan bobot 3,84%, sementara andilnya 0,02% pada inflasi pada Juli sebesar 0,69%. Paling tinggi kenaikan di Pare-pare sebesar 6%," terang Suryamin.

"Itu memang pengaruh puasa dan Lebaran memang besar sekali. Sehingga ada kenaikan di beras," tambahnya. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads