Kepala BPS, Suryamin, mengungkapkan kenaikan harga pangan yang terjadi sepanjang Juli lalu paling banyak disebabkan lonjakan harga di tingkat pedagang.
"Untuk komoditas pertanian IHPB (indek harga perdagangan besar) perubahan Juli dan Juni 2016 sebesar 2,45%, dan andil inflasi 0,47%. Ada kenaikan tinggi di grosir dan pedagang lainnya," kata Suryamin di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pembanding, Suryamin memaparkan, indeks harga produsen (IHP) dalam hal ini di level produsen, hanya mengalami kenaikan sebesar 0,18% di triwulan II 2016 ketimbang triwulan I 2016. Atau 1,19% (year on year) dari triwulan II 2015.
"Di tingkat produsen itu naiknya sedikit. Jadi kalau ada yang barang jadi mahal, yang naikkan tinggi artinya ada di pedagang. Saya hanya punya data triwulannya. Jadi di produsen naik sedikit, tapi di pedagang naiknya tinggi sekali," ungkap Suryamin. (hns/hns)










































