PM Najib dan Jokowi Akan Genjot Perdagangan RI-Malaysia

PM Najib dan Jokowi Akan Genjot Perdagangan RI-Malaysia

Ikhwanul Khabibi - detikFinance
Senin, 01 Agu 2016 20:14 WIB
PM Najib dan Jokowi Akan Genjot Perdagangan RI-Malaysia
Foto: Presiden Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (Habibi/detikcom)
Jakarta - Pada pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak juga dibahas mengenai iklim bisnis kedua negara. Pada beberapa tahun ke depan, Indonesia dan Malaysia menargetkan angka perdagangan bisa mencapai US$ 30 miliar atau setara Rp 390 triliun per tahun (US$ 1 = Rp 13.000).

"Saya melihat soal ekonomi, kerja samanya amat baik. Malaysia merupakan investor kedua terbesar di Indonesia dan kita mau supaya perdagangan kedua negara meningkat US$ 30 miliar dalam masa tahun yang mendatang," kata PM Najib di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

Najib menyebut, deregulasi yang dilakukan Presiden Jokowi sangat membantu meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Kini, berinvestasi di Indonesia jauh lebih mudah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malaysia juga melihat langkah-langkah yang positif yang telah diambil Indonesia mengurangi birokrasi, menjadikan Indonesia lebih investor friendly, ini suatu kejayaan yang telah dibawa kepemimpinan bapak Presiden," jelas Najib.

Total perdagangan RI-Malaysia pada kurun Januari-April 2016 tercatat mencapai US$ 4,58 miliar. Sementara pada tahun 2015, perdagangan kedua negara mencapai US$ 16,16 miliar.

Sementara itu, Najib menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Perusahaan-perusahaan keuangan Malaysia banyak yang berinvestasi di Indonesia.

"Malaysia juga menghargai beberapa peluang perdagangan yang telah diberikan, termasuk Tol Cikampek-Palimanan yang telah diresmikan bapak Presiden. MoU dalam bidang public housing, rumah cost rendah di Indonesia di mana 3 syarikat milik kerajaan Malaysia akan terlibat dalam project ini. Ini contoh Malaysia memberikan sumbangan dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi rencana utama kepemimpinan bapak Presiden," ungkap Najib. (kha/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads