"Saya melihat soal ekonomi, kerja samanya amat baik. Malaysia merupakan investor kedua terbesar di Indonesia dan kita mau supaya perdagangan kedua negara meningkat US$ 30 miliar dalam masa tahun yang mendatang," kata PM Najib di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).
Najib menyebut, deregulasi yang dilakukan Presiden Jokowi sangat membantu meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Kini, berinvestasi di Indonesia jauh lebih mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total perdagangan RI-Malaysia pada kurun Januari-April 2016 tercatat mencapai US$ 4,58 miliar. Sementara pada tahun 2015, perdagangan kedua negara mencapai US$ 16,16 miliar.
Sementara itu, Najib menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Perusahaan-perusahaan keuangan Malaysia banyak yang berinvestasi di Indonesia.
"Malaysia juga menghargai beberapa peluang perdagangan yang telah diberikan, termasuk Tol Cikampek-Palimanan yang telah diresmikan bapak Presiden. MoU dalam bidang public housing, rumah cost rendah di Indonesia di mana 3 syarikat milik kerajaan Malaysia akan terlibat dalam project ini. Ini contoh Malaysia memberikan sumbangan dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi rencana utama kepemimpinan bapak Presiden," ungkap Najib. (kha/feb)











































