Sri Mulyani: RI Pasar Besar Untuk Ekonomi Islam

Sri Mulyani: RI Pasar Besar Untuk Ekonomi Islam

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2016 11:54 WIB
Sri Mulyani: RI Pasar Besar Untuk Ekonomi Islam
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Jakarta menjadi tuan rumah perhelatan akbar bertajuk 12 th World Islamic Economic Forum (WIEF) pada 1-5 Agustus 2016. Ada 18 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang hadir.

Setelah dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara dalam acara tersebut hari ini.

Sri Mulyani mengatakan, Indonesia merupakan pasar besar untuk menjalankan ekonomi dan bisnis berdasarkan prinsip Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"WIEF ini dilaksanakan tepat dengan memasukkan Indonesia. Indonesia adalah pasar yang besar dalam menjalankan ekonomi Islam," jelas Sri Mulyani di acara yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (2/8/2016).

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Tak hanya itu, kata Sri Mulyani, sebanyak 50% populasi muslim di Indonesia adalah masyarakat produktif dengan umur di bawah 30 tahun.

"Bank Dunia bilang kondisi ini dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan, kelas menengah yang besar menjadi penggerak utama roda perekonomian," jelas Sri Mulyani.

Pada tahun ini, WIEF memiliki fokus pembahasan tentang usaha kecil dan menengah (UKM). Sektor ini penting, karena akan memberi kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian. Karena sektor ini bisa menciptakan lapangan kerja dengan cepat, dan juga tahan terhadap guncangan ekonomi yang terjadi.

"Untuk mencapai tujuan itu, saya ingin menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor usaha, dan kita memberikan harapan tinggi pada kerja sama pemimpin-pemimpin negara, pembuat kebijakan dengan usaha UMKM," papar Sri Mulyani.

Sri Mulyani memaparkan tiga hal yang bisa dilakukan untuk mendorong perkembangan UKM. Pertama, pemerintah perlu mendukung inovasi, khususnya yang berbasis teknologi seperti yang berkembang saat ini.

"Lalu kedua, menjembatani antara pemilik modal dengan pemilik usaha. Di mana startup dapat bertemu dengan investor," imbuh Sri Mulyani.

Sementara langkah ketiga, adalah pengembangan jaringan bisnis di antara para UKM dan juga berbagi pengalaman sesama UKM. (wdl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads