"Kita melihat sampai hari ini Kalimantan Timur masih mendatangkan kebutuhan berasnya dari luar, dan biaya angkutnya masih dibebankan kepada konsumen. Namun dengan pengoptimalan luas lahan khususnya di Penajam Utara ada luas lahan 18 ribu hektar dengan 2 kali tanam," katanya saat kunker di Kabupaten Panajam Utara. dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2016).
Dengan tambahan luas tanam tersebut, Amran mengklaim provinsi kaya minyak tersebut bisa swasembada beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, kata Amran, kebutuhan beras di Kaltim selama ini harus 'diimpor' dari Pulau Jawa dan Sulawesi
"Kami fokus dan rancang untuk 3 tahun ke depan swasembada beras di Kaltim. Nantinya beras untuk Kaltim tak lagi didatangkan dari luar, dan biaya angkut juga tak lagi ditanggung oleh konsumen," pungkasnya. (hns/hns)










































