"Tema WIEF ini sangat tepat sekali dengan mempertimbangkan tantangan politik termasuk tantangan baru seperti Inggris keluar Uni Eropa," kata Najib di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Menurut Najib bukan berarti dirinya mengajak untuk ikut campur perpolitikan negara lain, tetapi lebih kepada mengantisipasi dampaknya. Najib lalu melanjutkan tentang perekonomian Eropa yang masih belum pulih akibat dampak dari krisis tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesepakatan Inggris keluar Uni Eropa akan berdampak pada global. Banyak negara Eropa belum pulih dari krisis 2008. Sementara itu ekonomi (negara) muslim bertumbuh dua kali lipat dan konsumsi muslim juga meningkat," imbuh Najib.
Najib lalu menyebut perekonomian ASEAN sebagai kekuatan baru. Di samping itu perekonomian negara-negara muslim sudah tumbuh pesat. (bpn/hns)











































