"Benoa ternyata ditemukan, bukan deregistrasi terus pulang ke negaranya, tapi memodifikasi kapal mereka dan kembali ke laut seolah-olah menjadi kapal Indonesia. Tapi bukan milik orang Indonesia," kata Susi dalam konferensi pers di kantor PSDKP, Bali, Selasa (2/8/2016).
Sudi sidak kapal eks asing di Pelabuhan Tanjung Benoa |
Susi menjelaskan, sebelum moratorium tercatat 1.000 kapal yang beroperasi dari Benoa. Termasuk kapal asing. Saat kebijakan moratorium diberlakukan tersisa sebanyak 152 kapal asing dimiliki oleh 62 pemilik kapal di pelabuhan tersebut (3 November 2014).
Ini meliputi 134 kapal merupakan eks Taiwan, 8 eks China, 5 eks Jepang, 2 eks Belize, 2 eks Thailand dan 1 kapal eks Vietnam. Kapal tersebut dilarang untuk beroperasi di wilayah perairan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudi sidak kapal eks asing di Pelabuhan Tanjung Benoa |
"Sidak ini dilakukan atas beberapa hasil kajian yang sudah diselidiki dan investigasi secara awal dan kita akan terus tindak lanjuti. Artinya ada 56 kapal telah keluar dari Benoa," tegas Susi.
Penyelidikan ini telah dimulai April 2016, saat Satgas 115 melakukan kunjungan mendadak ke pelabuhan. Kecurigaan muncul ketika ada beberapa kapal dengan perubahan identitas. Sebulan kemudian diketahui bahwa kapal eks asing masih beraktivitas dari Benoa menuju Phuket, Thailand.
Sudi sidak kapal eks asing di Pelabuhan Tanjung Benoa |
Puncak inspeksi dilakukan pada hari ini. Susi ikut terjun langsung dan menuju kapal-kapal yang diidentifikasi melakukan perubahan identitas. Susi bahkan menginterogasi beberapa orang ABK dan pemilik kapal.
"Inspeksi ini saya bertemu dengan ABK dan mereka juga memberikan informasi yang sama. Ada kapal berganti nama menjadi Jin Lien Chien mengibarkan bendera Taiwan sebagai bendera kapal. Dan setelah sampai Puket melakukan penangkapan ikan. Ini kapal eks asing lari dari RI," paparnya. (mkl/hns)












































Sudi sidak kapal eks asing di Pelabuhan Tanjung Benoa
Sudi sidak kapal eks asing di Pelabuhan Tanjung Benoa
Sudi sidak kapal eks asing di Pelabuhan Tanjung Benoa