Dampak Kenaikan Harga BBM
Harga Penyangga Gula Harus Naik
Kamis, 24 Mar 2005 16:19 WIB
Jakarta - Harga Penyangga gula sebesar Rp 3410 per kg harus dinaikan karena dinilai sudah tidak relevan dengan biaya produksi petani sehubungan kenaikan harga BBM.Demikian dikatakan, Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia, Agus Pakpahan dalam diskusi di Jl Gatot Subroto, Kamis (24/03/2005)."Harga penyangga, kenaikannya perlu didiskusikan antara pemerintah dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) agar lebih detail menghitung costnya," katanya.Sementara mengenai harga gula yang kini di pasaran mencapai level Rp 6000 kg, Agus menilai sudah melebihi batas. "Wajarnya keuntungan pedagang gula adalah 20 persen dari harga pabrik sebesar Rp 4200," kata Agus.Ia menegaskan, bahwa sebenarnya, dari sisi petani, tidak ada keinginan untuk menaikan harga gula. Yang penting bagi petani, kata Agus adalah tidak rugi dengan kenaikan biaya produksi. Kenaikan harga gula itu menurut Agus disebabkan karena kurangnya suplai. "Harga gula naik disebabkan suplai gula masih kurang, kebutuhan dalam negeri 3 juta ton pertahun sedangkan produksi kita hanya 2 juta ton pertahun," jelasnya.Selain itu, kenaikan harga gula itu juga disebabkan oleh harga gula internasional yang terdistorsi subsidi, negara-negara maju seperti Uni Eropa yang merupakan eksportir gula terbesar ke dua di dunia petaninya masih disubsidi.
(qom/)











































