Panggil 3 Menteri, Luhut Beri Arahan Proyek Kereta Cepat sampai Blok Masela

Panggil 3 Menteri, Luhut Beri Arahan Proyek Kereta Cepat sampai Blok Masela

Muhammad Damar Wicaksono - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2016 18:35 WIB
Panggil 3 Menteri, Luhut Beri Arahan Proyek Kereta Cepat sampai Blok Masela
Foto: Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (M Iqbal/detikcom)
Jakarta - Menteri ESDM Arcandra Tahar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pariwisata Arif Yahya bertamu ke Kantor Kemenko Kemaritiman sore ini.

Arcandra dan Arif Yahya tiba pukul 15.15 WIB dan langsung naik ke ruang rapat di lantai 3. Sedangkan Budi Karya sampai di Kantor Kemenko Kemaritiman pada pukul 15.30 WIB.

Dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sejumlah arahan kepada ketiga menteri tersebut. Arahan Luhut ini melanjutkan keinginan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi kami rapat sebenarnya saya menyampaikan keinginan-keinginan Presiden (Jokowi) yang perlu segera diproses di 4 kementerian," kata Luhut usai rapat di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Untuk Budi Karya, Luhut memberi instruksi soal pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, kereta bandara, dan masalah penerbangan. Kepada Arcandra, Luhut meminta percepatan pengembangan Blok Masela dan proyek 35.000 MW.

"Segera dipercepat lagi," ujarnya.

Luhut juga meminta Arcandra menuntaskan masalah transisi pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P ke Pertamina dan pengembangan Blok Natuna.

"Kita ingin segera tuntas," tandasnya.

"Kemudian untuk pariwisata, percepat pengembangan 3 destinasi seperti Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo," tukasnya.

Untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Luhut memberi arahan supaya meningkatkan kerja sama untuk pembangunan di sektor perikanan.

"Presiden berpesan mempercepat proses kerja sama untuk perikanan," ucap Luhut.

Terakhir, Luhut juga meminta proses investasi di keempat sektor tersebut dipermudah.

"Intinya adalah Presiden mau bidang ini investasi-investasi dapat dilakukan dengan cepat, mudah, tidak banyak birokrasinya," pungkasnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads