Ahok menawarkan 3 lokasi pulau reklamasi di Teluk Jakarta yakni Pulau O seluas 344 hektar (ha), Pulau P seluas 463 ha dan Pulau Q seluas 369 ha untuk dijadikan area pengembangan Pelabuhan Priok.
"Kita juga bicara pengembangan Tanjung Priok. Kita mau untuk logistik, pulau kami O, P, Q. Kita mau untuk kawasan industri petrokimia segala macam. Kita harus samakan persepsi antara Menteri Perhubungan, BUMN dan DKI. Kita bisnis ke bisnis saja," kata Ahok usai bertemu Menteri BUMN Rini Soemarno, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi menyebut, niat Gubernur DKI Jakarta menggandeng Pelindo II tersebut sebagai cita-cita pengembangan pelabuhan besar berskala global di area Jakarta.
Ide Gubernur DKI, lanjut Satya, sejalan dengan visi Pelindo II mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok. Apalagi, Pelindo II juga sudah membangun pelabuhan di atas laut yang berada di pulau reklamasi, Pulau N.
"Pelindo II sudah memiliki rencana-rencana perluasan pelabuhan mereka, oleh karena itu dari Jakarta kita bisa melihat bagaimana kita bisa juga ikut serta bersama-sama membangun lebih besar lagi," ujar Satya.
![]() |
Satya yang menjabat bos BUMD Pemprov DKI Jakarta ini menyebut, 3 pulau reklamasi yang diusulkan Ahok memang peruntukannya untuk pengembangan kawasan pelabuhan, industri hingga logistik.
"Memang ada dalam rencananya dulu itu ada pulau-pulau yang harus digunakan untuk fasilitas industri dan pelabuhan. Jadi kan ada pulau N,O,P,Q nah pulau-pulau ini nanti yang harusnya untuk pelabuhan. Memang dari dulu pengembangannya untuk pelabuhan," sebutnya. (feb/drk)













































