Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2016: BI 5,1%, Pemerintah 5,2%

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2016: BI 5,1%, Pemerintah 5,2%

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2016 21:12 WIB
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2016: BI 5,1%, Pemerintah 5,2%
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan Gubernur seluruh Indonesia berkumpul untuk mengikuti sarasehan nasional ekonomi. Dalam acar ini, Gubernur BI Agus Martowardojo menyampaikan, Indonesia masih punya peluang pertumbuhan ekonomi hingga 5,1% di akhir tahun 2016.

"Hingga Juni 2016, pertumbuhan ekonomi kita telah membaik menjadi 4,92% dari sebelumnya hanya 4,8%. Hingga akhir 2016 kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Nasional masih akan tumbuh menjadi 5,1%. Di 2017 bisa 5,2-5,6%," kata Agus dalam gelaran yang dihadiri para Gubernur se Indonesia di Gedung BI, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Dibandingkan rata-rata dunia yang menurut bank dunia hanya diproyeksi sebesar 3,1% hingga akhir tahun 2016, menurut Agus, ekonkmi Indonesia sebenarnya tidak terlalu jelek. Apalagi dibandingkan dengan negara seperti Brazil yang pertumbuhan ekonominya justru negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut Agus, pertumbuhan yang lebih cepat saja tidak cukup. Menurutnya, pertumbuhan yang ada tentunya harus merata.

"Kita tentu tidak ingin pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi hanya sebagian provinsi saja yang menikmati. Kita juga tidak ingin, pertumbuhan ekonomi tinggi tapi jarak antara yang kaya dan yang miskin semakin melebar," kata dia.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus merata, menurutnya ada 3 hal yang harus dilakukan.

"Pertama, kita harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Kita tentu tidak ingin pertumbuhan ekonomi kita tinggi tapi lalu kemudian jatuh," kata Agus.

Kedua, sambung Agus, adalah harus menjadikan kebijakan yang diambil konsisten. Konsisten bukan hanya dalam hal pelaksanaannya, tetapi juga konsisten oleh kebijakan yang dikeluarkan masing-masing instansi.

"Jangan ada kebijakan di satu instansi yang saling bertentangan dengan kebijakan yang dikeluarkan instansi lainnya," sambung Agus.

Ketiga, adalah sinergi. Pemerintah pusat tidak akan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi bila kebijakan yang dikeluarkan tidak didukung oleh kebijakan yang dikeluarkan di tingkat daerah.

Lewat ajang sarasehan malam ini, Agus Marto mengajak seluruh Gubernur yang hadir untuk bersama-sama dan bekerja sama menjalankan 3 hal pendukung pertumbuhan ekonomi tadi agar tercapai pertumbuhan ekonomi yang bukan hanya tinggi, tetapi juga merata. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads