Inflasi Rendah, Agus Marto Apresiasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Inflasi Rendah, Agus Marto Apresiasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 04 Agu 2016 11:04 WIB
Inflasi Rendah, Agus Marto Apresiasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menjaga inflasi.

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah dirasa mampu menjaga proses kenaikan harga yang terjadi. Seperti pembukaan lahan pertanian dalam menjaga suplai pangan, program tol laut yang memangkas biaya distribusi, hingga pembangunan waduk dan infrastruktur jalan.

"Kami apresiasi upaya pemerintah. Terutama Pemerintah daerah dalam kebijakan peningkatan produksi dan pengelolaan distribusi pangan, sehingga volatile food bisa terjaga 4,84% year on year (yoy). Jauh lebih rendah dari 2014 10,88%. Bahkan dibanding rata-rata historis 4 tahun terakhir yang mencapai 7,49%," kata Agus dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional VII Tim Pengendalian Inflasi Daerah 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa program di daerah dapat membantu persoalan harga jangka pendek maupun struktural. Seperti di Aceh, yang melakukan program optimalisasi tempat pelelangan ikan dan memperkuat media penyimpanan dengan cold storage.

Kemudian di Provinsi Jawa Timur, yang melakukan distribusi bahan pangan dan biaya angkutan. Ada pula Provinsi Banten yang berhasil mengefisiensikan rantai komoditi cabai merah, dan kerja sama pasokan daging sapi dari NTT ke Jakarta yang memanfaatkan tol laut.

Selain itu, langkah pemerintah Pangkalpinang dalam menghapus Peraturan Daerah yang kurang mendukung keterjangkauan harga juga menjadi hal yang dianggap menjaga inflasi di daerah.

"Beda dengan periode-periode sebelumnya kegiatan pasar murah hanya komoditi reguler, tetapi juga pada komoditi yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi, misalnya pasar murah telur ayam di padang, cabai merah di Banten dan operasi pasar oleh Bulog yang dilakukan serempak di daerah. Beberapa daerah juga inisiasi menambah pasokan di mana dilakukan oleh Jambi dan Lampung mendatangkan bawang merah dari Jawa Timur," tandasnya.

Ia mengatakan, tren penurunan inflasi terus berlanjut sampai Juli 2016. Tujuh bulan pertama tahun ini, Indeks Harga Konsumen baru 1,76% year to date, bahkan inflasi puasa dan Lebaran terkendali yakni 0,66% dan 0,69% month to month, lebih rendah dari rata-rata historis inflasi puasa dan lebaran 5 tahun terakhir 1,28% dan 0,78 %.

"Kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh daerah, sehingga berbagai upaya menambah pasokan secara serempak mampu atasi lonjakan permintaan yang merata hampir di seluruh daerah," pungkasnya.

Tahun ini, BI memproyeksikan inflasi berada di level 4% plus/minus 1% atau sesuai dengan asumsi yang dipatok oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016. Inflasi akan terus diturunkan dengan target pada 2018 sebesar 3,5% plus/minus 1%.

Agus mengatakan, adanya konsistensi dan perhatian yang besar dalam upaya koordinasi antar daerah dalam menjaga dan mendukung stabilitas harga menjadi kunci pengendalian inflasi.

Rakornas TPID ini pun diharapkan dapat memperkuat sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Dengan semakin besarnya alokasi dana yang dikelola pemerintah pusat dan daerah, maka alokasi di masing-masing daerah dan program secara nasional pun dirasa perlu diperkuat untuk mendukung hasil yang optimal. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads