3 Hal Ini Jadi Catatan Sri Mulyani di Forum Pertemuan Negara Islam

3 Hal Ini Jadi Catatan Sri Mulyani di Forum Pertemuan Negara Islam

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 04 Agu 2016 16:20 WIB
3 Hal Ini Jadi Catatan Sri Mulyani di Forum Pertemuan Negara Islam
Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom
Jakarta - Gelaran World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 telah memasuki hari terakhir. Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mengatakan bahwa ada banyak hal yang bisa dipetik dan digarisbawahi dari gelaran yang mempertemukan pemimpin negara-negara islam tersebut.

Setidaknya ada 3 isu utama yang perlu menjadi catatan. Pertama adalah, Pemerintah negara-negara Islam harus berperan aktif untuk mendorong upaya menyebarluaskan informasi tentang produk-produk keuangan syariah dan industri halal.

"Memberikan pengetahuan tentang produk keuangan syariah, dan prospek jangka panjang yang diberikan oleh bisnis yang berhubungan dengan halal. Ini adalah kunci untuk menjawab pertanyaan tantangan keuangan syariah di tingkat dunia," kata Sri dalam paparannya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, Pemerintah di masing-masing negara harus berperan aktif untuk menyediakan infrastruktur pendukung pengembangan lembaga keuangan syariah.

Selama ini, industri syariah sulit berkembang karena sulit memperoleh sumber-sumber pendanaan halal lantaran keberadaan lembaga keuangan syariah masih sangat minim dan belum mampu bersaing dengan lembaga keuangan konvensional.

"Perlu membangun percepatan peraturan dan insentif untuk membangun pembiayaan keuangan infrastruktur jangka panjang," sambung dia.

Ketiga adalah mendorong terciptanya industri di sektor kreatif oleh umat Muslim. Menurutnya, industri kreatif adalah salah satu jalan agar industri berbasis halal bisa diterima dunia.

"Perlu membangun kolaborasi yang lebih baik antara bisnis-bisnis seperti pembuatan pakaian dan penjualan makanan yang akan membantu perkembangan inovasi yang lebih panjang dan bertransformasi ke nilai yang lebih tinggi yang menambah nilai industri pakaian Muslim dan kuliner halal," tegas dia. (dna/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads